RSS

Handuk Penuh Cinta

16 Feb

Sudah sejak tiga bulan lalu, handuk pemberian salah satu kolega di pernikahanku itu dipakai suamiku. “Aku yakin kado ini pasti berguna,” tulisnya di kartu ucapan.

Di masa-masa awal pernikahan kami, handuk itu menjadi barang kesayangan suamiku. Betapa tidak, ia seringkali hanya mau memakai handuk itu ketika berada di kamar, tanpa pakaian lainpun yang menutupi badannya. ”Biar gampang,” katanya nakal. Namanya juga penganten baru, ada saja alasan untuk membenarkan segala sesuatu. Aku hanya tertawa, malu, mungkin karena masih belum terbiasa.

Handuk itu sekarang sudah tak lagi dipakai suamiku. Ia meninggal karena kecelakaan tiga minggu lalu. Namun terkadang aku masih merasakan kehadirannya lewat handuk itu, bahkan akhir-akhir ini handuk itu kerap membuatku orgasme.

[Kantor / 16 Februari 2011]

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 16, 2011 in bermain dengan kata-kata

 

Tag: , , ,

2 responses to “Handuk Penuh Cinta

  1. menone

    Februari 16, 2011 at 6:40 pm

    kisah nyata nich sob?

    salam persahabatan dr MENONE

    KIP! : fiksi, mas..!! hehe.

     
  2. yuya16

    Maret 26, 2011 at 1:15 pm

    khas fiksimini ya🙂

    KIP! : hoh, khas fiksimini gimana? yang kau bilang objek seksual di twitter tadi..? hahaha.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: