RSS

Sebuah Kisah Pagi

16 Feb

Pagi ini, selesai bercinta, lelaki itu mencukur jambang dan kumis yang sudah mulai tumbuh kasar di wajahnya. Sudah cukup lama ia berada di sana, memastikan benar, tidak ada rambut kasar yang masih tumbuh di wajahnya.

Dari kejauhan, ia tampak masih mengamati wajahnya di depan cermin, sambil menggumam dan bersiul-siul. Sesekali ia mengusap-usap janggut dan pipinya. Sekali lagi, tampak memastikan semua sesuai harapan, atau mungkin sekedar mengagumi diri sendiri.

Ia terlihat belum mengenakan satu helai pakaianpun sedari tadi. Butir-butir air masih tampak membasahi beberapa bagian tubuhnya.

Aku bangkit dari ranjang, mendekatinya, memeluknya dari belakang. Kuraba-raba dadanya, penisnya, dan ia mendesah. Lengah, kuraih pisau cukurnya, kusayat lehernya sedalam mungkin. Darah segar mengucur deras.

[Kantor / 16 Februari 2011]

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 16, 2011 in bermain dengan kata-kata

 

Tag: , , ,

4 responses to “Sebuah Kisah Pagi

  1. yuya16

    Maret 26, 2011 at 1:17 pm

    bagus, khas fiksimini jugaπŸ™‚, mungkin lebih enak kalo ada alasan kenapa harus menyayat leher laki-laki itu

    KIP! : itu sebenernya settingnya di hotel, dan mereka itu bukan pasangan. Si cewek itu sebenernya pelacur, trus dia mau ngrampok si cowoknya.. makanya, dia menyayat leher si cowok. hehe.

     
  2. yuya16

    Maret 26, 2011 at 7:46 pm

    oh kirain ini pengalamanmu di kantor tgl 16 februari 2011. nah kalo gitu kan jelas, kenapa informasi itu ga disampaikan di dalam cerpennya sekalian.πŸ™‚

    KIP! : bhuahahaha, ngawur..!!πŸ˜€ Hmm, berhubung terbatas 111 Kata, jadi space buat cerita berkurang, Ya.. ;D

     
  3. Nandini

    April 18, 2011 at 8:21 am

    lebih seru begini, ga ada keterangan “aku” siapa dan laki2 itu siapa.. cerita yang menimbulkan tanya dan beragam persepsi lebih bagus *menurut saya pribadi lho..:mrgreen:

    KIP! : maksudnya..? hehee. *bingung*πŸ˜€

     
  4. Nandini

    April 18, 2011 at 8:29 pm

    jadi cerita sepotong yang ga usah dijelasin apa2.. biarin pembaca menerjemahkan si perempuan itu siapa.. laki2 itu siapa,.. mereka dimana dan kenapa akhirnya si laki2 disayat *hiiy*πŸ˜€ *dah ga bingung kan?*

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: