RSS

[fiksi] SIAL!

30 Jul

Sesampainya di Stasiun Lempuyangan, aku segera melangkahkan kakiku menuju daerah Malioboro, tempatku menginap nanti. Sebenarnya bisa saja aku memakai jasa tukang becak atau tukang ojek, tapi sebagai penganut “Makan nggak makan yang penting tetep makan”, aku memilih untuk meminimalisasi budget untuk transportasi. Toh jalanan kota Jogja ini juga tidak seramai dan sepenat Jakarta.

Ini adalah kali pertama aku pergi ke Jogja sendirian. Sebenarnya memang tidak ada rencana ke Jogja sama sekali, hanya saja tiba-tiba aku pulang kantor lebih awal di hari Jumat kemarin. Ya sudah, kuputuskan saja untuk mendadak berangkat ke Jogja. Namanya juga backpacker, tiket kereta ekonomi Jakarta-Jogja yang hanya Rp 35.000,- itu sedikit tak terasa memberatkan bagiku.

Dan di sinilah aku sekarang, di kota yang menjadi tujuan utama pariwisata kedua setelah Bali. Sebenarnya aku punya cukup banyak teman di sini, tapi berhubung aku pergi mendadak, kuputuskan saja untuk bertualang sendiri.

Baru sepuluh menit berjalan meninggalkan Stasiun Lempuyangan, tiba-tiba aku dikagetkan oleh seseorang yang menepuk pundakku dari belakang.

“Sendirian aja, Mas Ganteng?” tutur orang itu dengan suara sengau.

Begitu berbalik, aku sedikit tercengang. Seorang mbak-mbak dengan dandanan super menor, wig pirang, lengkap dengan kecrekan di tangan kanannya berdiri di depanku, memasang senyumnya yang maksimal.

“Eh, aduh, iya, Mas, eh, Mbak,” kataku terbata-bata.

“Akika temenin yuk!” katanya lagi.

“Maaf, makasih. Saya terburu-buru,” kataku sambil berbalik arah, dan mempercepat jalanku.

Sepanjang jalan, aku merutuk dalam hati. Kenapa belum juga satu jam aku menghabiskan waktu di Jogja sudah ada kesialan seperti ini.

Sesampainya di daerah Malioboro, aku segera bertanya-tanya di mana aku bisa mendapatkan penginapan murah meriah. Yah, namanya juga backpackers, akan berbuat apa saja demi mendapatkan fasilitas dari usaha dan budget yang minimal.

SARKEM! Yap, aku mendapatkan rekomendasi itu dari seorang tukang becak yang sedang mangkal di sudut utara Jalan Malioboro. Ternyata tak butuh banyak waktu untuk mencapai tempat yang dimaksud.

Ketika aku memasuki kawasan yang disebut Sarkem, alias Pasar Kembang itu, jujur saja aku merasa sedikit aneh. Ada beberapa wanita dengan daster—atau bahkan pakaian tidur—tersenyum padaku dan bilang, “Monggo mampir, mas”. Aku hanya membalas senyumnya, dan menjawab “Monggo”. Tampak bodoh? Ya, memang aku tampak bodoh sepertinya.

Dan akhirnya aku berhenti di sebuah rumah kecil yang di atasnya terdapat tulisan “Menyewakan kamar murah”. Lagi-lagi, ada ibu-ibu muda yang sudah standby di depan rumah, lengkap dengan dasternya.

“Silakan mampir, mas,” katanya. Aneh, ada sedikit kesan menggoda dari cara berbicaranya.

“Anu, Buk, eh, Mbak, saya mau nyewa kamar. Semalem berapa ya?” tanyaku ragu.

“Ayo, masuk saja dulu. Bayarnya nanti belakangan juga ndak papa,” katanya lagi, dengan logat Jawa yang cukup kental.

Bagaikan kerbau dicocok hidungnya, aku mengikuti wanita itu ke dalam, sampai akhirnya aku berada di sebuah kamar yang tak terlalu besar. Aku tiba-tiba teringat cerita temanku tentang Sarkem. Ya, ini adalah “lokalisasi” semacam Dolly-nya Surabaya. Dan wanita ini..

“Taruh dulu tasnya, mas,” kata wanita itu sambil melepas tasku, lantas membimbingku ke ranjang di kamar itu.

“Eng, anu, Bu.. Anu…”

“Anunya kenapa, Mas? Udah nggak tahan ya?” tanya wanita itu, lagi-lagi dengan nada bicara dan aksi yang menggoda.

Aku terdiam. Dan tiba-tiba saja aku sudah terduduk setengah telanjang di ranjang itu.

Seperti tak sabar, wanita itu mulai melucuti celanaku. Aku hanya terpejam, menanti apa yang terjadi selanjutnya.

Tiba-tiba, “Lho, mas, kok udah keluar? Belum diapa-apain lho!” kata wanita itu sambil mengelap wajahnya.

Ahh, lagi-lagi..???

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 30, 2011 in bermain dengan kata-kata

 

Tag: , , , , , , , , ,

8 responses to “[fiksi] SIAL!

  1. @kikikuik

    Juli 30, 2011 at 2:53 pm

    Hihihihii… Lucu bgt ini =)

    KIP! : hahahaayy, makasih, Kiki..😀

     
  2. yuya16

    Juli 30, 2011 at 4:43 pm

    ini menghibur…😀

    KIP! : Hahahahay, makasih, Yuya..🙂

     
  3. amalia achmad

    Juli 31, 2011 at 1:18 am

    hhahahaha…😀

    KIP! :😀

     
  4. bacafiksi

    Agustus 1, 2011 at 11:57 pm

    hihihi lucu dan menghibur ndra. kirain kamu mau cerita apa :))

    KIP! : wkekekekee.. emang kirain cerita apa..? hayoooo..???

     
  5. Sary Ahd

    Agustus 2, 2011 at 11:58 am

    Laaah.. Aku pikir mau nolak si ibu toh.. Hihihihi..

    KIP! : di situ lah letak kesialannya, mbak.. hihi..

     
  6. Rinto Navis

    Agustus 6, 2011 at 6:55 pm

    Hmmm….

     
  7. PAI

    Agustus 8, 2011 at 3:29 pm

    Hahahhaa lucu Bos. Tapi kapan-kapan klo ke sana ajak gue biar seru hahahhaha.

    KIP! : hehee, makasih.. btw, lha aku belom pernah ke sana juga je..😀

     
  8. Cadika

    Agustus 14, 2011 at 8:38 pm

    Backpacker nya ga berpengalaman… :p

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: