RSS

Sedikit opini tentang film DILEMA!

04 Mar

Baiklah, setelah tujuh hari ketunda gara2 kesibukan kerja yang membuatku harus bertahan di kantor sampai jam 19.30 – 21.00 setiap harinya *kok malah curhat??*, akhirnya mau gak mau hari ini aku mengharuskan diri untuk membuat review film Dilema yang udah kutonton beberapa hari yang lalu..

Well, sebenernya emang dari awal aku liat ada film Dilema ini, aku emang bener2 berniat untuk nonton film ini. Satu, karena aku emang udah lama ndak nonton film Indonesia; dua, karena tiba2 aku teracuni buat bikin review film yang dulu suka aku lakukan kalo abis nonton film Indonesia. *thanks to @Josep_Xavier & @asliga yang udah bikin aku begini*πŸ˜„

Dan, jadilah, kemaren Senin sepulang kantor aku langsung buru2 ngejar waktu buat ke Hollywood XXI buat nonton film Dilema. Agak telat sekitar 5 menit sih, tapi tak apa lah. Hehe..

Oke, film dibuka dengan adegan demo organisasi yang mengatasnamakan agama, trus akhirnya terjadi konflik. Cukup berani untuk satu film yang langsung mengetengahkan konflik di awal cerita. Biasanya sih intro berjalan dengan teratur, karena emang kadang kalo naruh konflik di awal menurutku agak rawan sih.. Ya kalo berhasil dan langsung ngena ke cerita, kalo enggak? Tapi sejauh beberapa menit aku nonton kemaren, konflik di awal udah bikin aku ngeh ke filmnya.

Satu hal “utama” yang selalu kulihat dari film Indonesia *juga film2 lainnya sih benernya* adalah kualitas gambar dan sinematografinya. Buatku, film Dilema ini gambar dan framingnya lumayan enak dilihat. Gambarnya sih beda sama gambar di beberapa film baru lainnya yang bener2 cerah dan bening, kaya di film Arisan. Gambar di film Dilema ini lebih berasa ala-ala Lomo, tapi justru mungkin itu yang emang sengaja diangkat sama sinematografernya untuk lebih menonjolkan cerita dari film ini.

Sambil berjalannya film, aku baru ngeh kalo ternyata film ini tu “bertabur” bintang.. Gak main2, ada Jajang C. Noer, Tio Pakusodewo, Ario Bayu, Wulan Guritno, Ray Sahetapy, Slamet Rahardjo, Lukman Sardi, Pevita Pearce, Roy Marten, Baim Wong, DJ Winky, dll. Cukup berani untuk menggandeng banyak artis papan atas itu untuk bermain dalam satu film. Mungkin konsepnya sih semacam New Year’s Eve, Valentine’s Day, atau LOVE, tapi dengan cerita yang berbeda.

Jadi film ini tu mengisahkan tentang beberapa karakter yang mempunyai masalah masing2, terkait dengan kehidupan mereka di Jakarta. Ada pejudi berat, polisi yang mencoba untuk bertahan dengan idealisme dan permainan “bersih”-nya tapi disandingkan dengan polisi yang suka main kotor, ada jg perempuan yang sering dikecewain laki-laki sampai akhirnya memutuskan untuk jadi lesbian, seorang abg yang udah pernah lepas dari jeratan narkoba tapi akhirnya terjerumus lagi karena gak dapet kasih sayang orang tua, dll. Buat aku sih penyunting film ini terbilang berhasil menyatukan banyak cerita itu ke dalam satu film utuh. Nggak kerasa ada cerita yang kepotong2. Well, kalaupun ada, itu nggak terlalu mengganggu. Dan sepanjang film, aku nggak ngeliat adanya bloopers yang mencolok, kaya di film Pupus.

Meskipun sebenernya cerita film ini kuat, dan visualisasi dari DoP-nya udah ngena, tapi sayangnya ada beberapa *mungkin malah banyak* bagian yang terasa kurang kuat atau kurang terasa dramatis. Seakan-akan hanya lewat gitu aja. Kaya contohnya waktu si Rima (Wulan Guritno) yang tiba2 khilaf nyium Dian (Pevita Pearce), harusnya adegan “roman” yang pada akhirnya membuat Rima nyium Dian tu lebih didramatisir. Dan lagi, setelah Rima nyadar bahwa dia khilaf, “penyesalan” yang dilakukan terasa hambar, kaya berasa sebatas membaca naskah. Lain lagi waktu organisasi berbasis agama membubarkan tontonan Dangdut Dorong (DangDor). Hampir sama sekali nggak kerasa adanya konflik di sini. Satu, karena orangnya kurang banyak, sehingga kericuhannya kurang kerasa; dua, karena pemain di scene ini kurang total. Seandainya scene ini lebih diperkuat, pasti akan ngena ke penonton. Mungkin ini salah satu kekurangan dari film Dilema ini, kurangnya dramatisasi dari scene2 tertentu. Emang penata musik, sutradara, sama DoP harus bener2 bekerja sama buat bisa bikin apa yang pengen disampaikan ke penonton bener2 bisa ngena. Btw, sotoy banget yak opiniku? Hehehe.

Oya, sepanjang film aku nyatet beberapa quote dari film ini. Beberapa sih menurutku bagus..

Tuhan gak perlu dibela! Tidak seperti umat-Nya yang selalu haus akan kekuasaan!Β  ~ *Scene konflik antara Ibnu (Baim Wong) dengan Said (DJ Winky)*.

Mencari surga tidak harus dengan kekerasan. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. ~ *Scene Ibnu (Baim Wong) di-“ceramahi” ustadz*.

Kalau mau menang 150 juta, bakalan rugi LEBIH dari itu! ~ *Scene Sigit (Slamet Rahardjo) pas mau minjem uang ke Lukman Sardi*.

Btw, ada yang tau gak ya pengambilan gambar pas Pevita Pearce mencoba bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya di laut itu di pantai mana? Itu pantainya keren banget! Meskipun suasana scene itu sendu, tapi birunya laut dan langitnya bener2 bikin amazed! Hehehe.

Hmm, apa lagi yak yang mau dibahas dari film ini? Keseluruhan sih oke menurutku.. Cuman ya itu tadi, akan sangat jauh lebih kece kalo dramatisasi dari scene2 yang dari segi cerita udah kuat perlu ditambah lagi.. Sayang banget kalo ceritanya udah kuat tapi aplikasi ke film jadinya agak lemah. Hehee.

Oya, satu lagi..!! Baru tau kalo DoP film ini tu Yudi Datau, yang aku kenal emang framing gambarnya asyik! Pantesan sepanjang film aku berasa “kenal” dengan gaya framing ini. Bukannya sok tau sih, tapi tiap kali nonton film, kalo framing dan sinematografinya bisa kubilang bagus, pasti aku nunggu credit title-nya untuk tau siapa DoP-nya. Dan memang, Yudi Datau ini salah satu DoP favoritku. Hehehe.

Well, ini sih opini pribadiku tentang film Dilema ini. Ada yang setuju atau tidak, itu masalah biasa. Yang penting, kita harus sama2 mendukung film Indonesia untuk bisa lebih maju dan jadi tuan rumah di negri sendiri..πŸ™‚

See ya on the next review..!! Hihi. .

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 responses to “Sedikit opini tentang film DILEMA!

  1. yosef003

    Maret 4, 2012 at 5:35 pm

    Reblogged this on http//yosefhidayani.com.

     
  2. janeontheblog

    Maret 7, 2012 at 5:37 pm

    a very nice!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: