RSS

Bahagia Itu Sederhana

28 Jul

Kalimat ini mungkin udah sering kebaca di timeline twitter kamu.. Biasanya sih kalimat singkat ini dijadiin hestek semacam #GalauItuSederhana, #BegoAdalah, dll.. *kalo hestek terakhir sih biasanya aku yang pake gara2 kebodohan diri sendiri. Hahaha*

Well, balik ke judul tadi, kenapa tiba2 pengen nulis tentang #BahagiaItuSederhana? Bukannya mau sok bijak ya, tapi ada satu kejadian yang tadi kualami, yang bikin aku senyum, dan bilang “Bahagia itu sederhana”. Hehe.

Yah, tadi sehabis sholat Taraweh, aku jalan ke supermarket bentar buat belanja sedikit keperluan harian. Pas mau nyebrang *lewat jembatan penyebrangan*, aku jalan di belakang seorang ibu-ibu tua dan seorang anak kecil, entah itu anak atau cucunya. Aku emang sengaja jalan pelan2 di belakang mereka, tanpa ada maksud untuk mendahului. Aku melihat mereka tampak asyik jalan sambil ngobrol, entah membicarakan apa.

Oya, ibu-ibu tadi memakai pakaian yang sederhana, dengan jilbab berlogo partai pemberian caleg semasa kampanye. Sedangkan si anak kecil *yang kutaksir berumur sekitar 7 tahun* memakai semacam seragam olahraga, jilbab warna oranye, dan membawa karung beras.. Ya, si anak kecil tadi, didampingi ibu atau neneknya, sepertinya memang berniat memulung malam ini.. Sebenernya aku trenyuh melihat mereka, melihat si anak kecil yang seharusnya masih menikmati masa kecilnya tapi udah harus ikut memulung buat bantu-bantu keluarganya.. :’)

Dan, kenapa judul postingan ini “Bahagia Itu Sederhana”? Tak lain adalah karena aku melihat betapa bahagianya si anak kecil ketika menemukan barang-barang terbuang yang bisa ia pungut. Dua kali aku melihat ia memungut, bungkus rokok dan botol plastik. Senyum dan tawanya begitu tulus, bahkan hanya dengan menemukan barang-barang yang sudah dibuang dan dianggap nggak berguna buat orang lain pun ia sebegitu merasa senangnya. Waktu si anak kecil nemu botol plastik, ia memungut botol itu sambil bersorak, seakan-akan dia nemu sesuatu yang sangat berharga. Dan mungkin memang bahkan satu botol plastik pun bisa menjadi barang yang sangat berharga untuk si anak kecil itu tadi.

Sejenak aku berpikir, betapa sederhananya hal yang bisa membuat anak kecil itu tadi merasa bahagia. Mustinya, kita sebagai orang yang lebih dewasa, mempunyai lebih banyak alasan untuk merasa bahagia kan? Kuncinya sih menurutku cuman satu, bersyukur.. Ketika kita merasa bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang, kita akan merasa baik-baik saja dengan itu, dan tanpa mengeluhkan banyak hal, kebahagiaan akan datang begitu saja dalam hidup kita.. *sok bijak* Hihi..

Ngomong-ngomong masalah syukur, jadi inget Surat Ar-Rahman yang mengulang-ulang ayat “Fa bi ayyii ‘ala irabbikumaa tukadzibaan” yang berarti “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. Ayat itu simpel, tapi sungguh mengena. Tuhan udah kasih kita banyak hal untuk disyukuri, tapi kadang kita lupa. Padahal, dengan bersyukur dan menerima apa yang ada, hidup kita bakal terasa sangat jauh lebih menyenangkan. Well, aku ngomong gini bukan karena aku juga udah pandai bersyukur atau lebih (sok) tau dari orang lain, cuman pengen ngingetin diri sendiri juga untuk lebih banyak bersyukur.

Jadi, tunggu apa lagi? Belajar bareng-bareng untuk lebih banyak bersyukur yuk!πŸ™‚

 

Tag: , , , , , , ,

3 responses to “Bahagia Itu Sederhana

  1. andiana

    Agustus 6, 2012 at 12:51 pm

    so sweet…

     
  2. nita

    September 7, 2012 at 3:03 pm

    nice story..
    (^_^)

    KIP! : Hehehe, makasih..πŸ™‚

     
  3. restyimnida

    Januari 1, 2013 at 10:20 pm

    wawπŸ™‚ ini blognya saldi ?

    KIP! : Bukan, ini blognya Indra..πŸ˜€

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: