RSS

Arsip Tag: komentar

[review] The Secret Life of Walter Mitty

Hari Kamis kemarin, sambil nunggu jalanan Jakarta sepi lagi, aku akhirnya mutusin buat nonton. Awalnya bingung, mau nonton Pukulan Maut apa Walter Mitty ini. Akhirnya, karena anginnya cukup gede, dan takut ujan, aku milih nonton Walter Mitty, yang cuman jalan kaki ke bioskopnya.. 😀

Jadi, film ini tu bercerita tentang seorang pegawai di sebuah majalah bernama “LIFE” yang terancam dipecat gara-gara perusahaan akan mengubah format majalah LIFE ini menjadi digital. Untuk lebih jelasnya, baca sinopsis dari 21cineplex.com di bawah ini ya: *bilang aja males ngetik. ahhahaa*

Sebagai seorang yang bekerja di sebuah majalah ternama Life, Walter Mitty (Ben Stiller) malah terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Walter tidak pernah melakukan petualangan sedikitpun dalam kehidupannya. Yang bisa dilakukannya hanyalah berimajinasi. 

Berawal dari sebuah foto lama milik Sean O’Connell (Sean Penn), Walter memutuskan untuk merubah hidupnya dengan melakukan petualangan ekstrim. Ia berusaha menemukan Sean O’Connell dan melakukan perjalanan yang selama ini hanya ada dalam imajinasinya. Berhasilkah Walter menemukannya? lalu apakah petualangan itu nyata atau Walter kembali berimajinasi?

Film Walter Mitty ini adalah salah satu film yang bisa bikin aku melek dari awal sampai selesai. Secara, biasanya kan suka tiba-tiba ketiduran, atau ngantuk gara-gara filmnya agak-agak kurang menarik. Hehe. 

Salah satu yang aku inget dan menurutku sangat menarik dari film ini adalah motto dari Majalah LIFE itu sendiri:

To see the world, things dangerous to come to, to see behind walls, draw closer, to find each other and to feel. That is the purpose of life.

Motto itu yang akhirnya jadi “panduan” buat si Walter Mitty untuk memperjuangkan pekerjaannya.

Menurutku, film ini ringan, menarik, dan inspiring. Dan yang pasti, ya itu tadi, ndak bikin ngantuk. Hehe. Selain itu, scene-scene yang ditampilkan di film ini juga bagus. Hampir ndak ada goofs yang ketangkep mataku. Bahkan, pas adegan di ruang “negatif foto” aja yang kupikir bakalan berpotensi ada goofs gara-gara nampilin jam dinding, ternyata endak. 😀 Well, goofs sih tetep ada, cuman ndak fatal-fatal amat lah.. Hehe. 

Beberapa adegan memang bikin penonton ketawa, terutama pas Walter Mitty-nya ngalamun. Emang dasar ya tu orang, ngalamunnya suka dahsyat. Hahaha. 

Sempet sih ada adegan yang bikin “Yaaahhh.. :(“, tapi ternyata endingnya kece! Bahkan sempet bikin aku ber-“Oohhh” ria.. 😀 So touching.. :’) 

Buat yang belum nonton, tonton deh sebelum ilang dari peredaran. Soalnya filmnya worthed buat ditonton. Durasinya pun cukup lama, 110an menit. 

Daftar pemainnya pun cukup kece. Selain Ben Stiller (yang jadi pemeran utama sekaligus sutradara), ada Sean Penn, Adam Scott, Paul Fitzgerald, sama Kristen Wiig juga. *Ini semua cuman googling. Padahal aslinya juga ndak gitu familiar sama film-film mereka.. XD*

Pokoknya, selagi filmnya masih diputer di bioskop, segerain nonton deh.. Dijamin ndak ada adegan aneh-aneh.. Hehe. 

Overall, aku kasih nilai 8/10 buat film ini. Ringan, lucu, ndak bosenin, dan tentunya inspiratif. 

Good job, Ben Stiller! 🙂

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 10, 2014 in entertainment

 

Tag: , , , , , , ,

Negeri 5 Menara!

Demi bisa nonton Sampai Ujung Dunia, maka mau nggak mau aku harus ngelarin review Negeri 5 Menara, hari ini juga. Hehe.

Sebenernya aku udah lama pengen nonton film ini, bahkan sejak film ini belum dirilis. Alasannya satu, kata banyak orang sih bukunya bagus, dan sampe review ini kubuat, aku belum baca buku karya Ahmad Fuadi ini, sama sekali. Hehehe. Kalau mau baca sinopsisnya, mampir ke sini aja ya.. Aku cuman mau bahas opiniku tentang film ini.. ;D

Well, lagi-lagi karena alasan kerjaan, aku telat dateng ke bioskop sampe sekitar 10 menitan.. T.T Dan yang pertama menarik perhatianku adalah latar musiknya. Kubilang sih oke, asyik didengernya. Nggak terlalu berat, tapi masuk ke scene-scenenya. Hehe. Di akhir film aku baru tau kalo Sound Designer-nya Khikmawan Santosa dan Music Scoring-nya dibikin sama Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Ramondo Gascaro. Aku nggak terlalu familiar dengan nama-nama itu sih, tapi karya mereka TOP BGT!

Daaaan, seperti biasa, aku selalu tertarik untuk mengamati kualitas gambar dan cara framing scene-scene di hampir setiap film-film Indonesia. Begitu juga dengan film Negeri 5 Menara ini. Beberapa menit aku nonton film ini, aku langsung penasaran sama DoP-nya. Aku suka sama framing scene-scene di film ini. Gambarnya pun juga cerah. Salah satu scene yang aku suka adalah pas scene tangan David Chalik ngelap gunting di asrama pesantren. Cool! Pas udah kelar filmnya, aku baru tau kalo DoP-nya Roy Rolang. Dan entah akunya yang gak gitu “gaul” atau gimana, nama ini *sekali lagi* gak terlalu familiar di telingaku, tapi aku suka ama framing2 dia di film ini.

Oya, masih soal teknis kamera, film Negeri 5 Menara ini banyak memakai teknik panning. Dan salah satu yang aku suka adalah scene yang tadinya cuman berisi satu guru di depan kelas, tiba-tiba kamera bergerak dan menunjukkan seisi aula *yang ternyata luas*. Dan emang sih, semakin ke sini, semakin terperangah *halah* sama scene-scene yang dikasih. Well, ini karena aku suka framing yang gak terlalu biasa sih. Hehe.

Eh, eh, Donny Alamsyah kan biasanya main di film action kan ya.. Nah, tiba-tiba liat dia jadi ustadz di film Negeri 5 Menara ini kok agak gimana gitu.. Berasa beda..

Oya, ada satu quote yang aku suka dari film ini *yang juga jadi benang merahnya*.

Ingat, bukan yang paling tajam, tapi yang paling bersungguh-sungguh. Man Jadda, Wa Jadda.. Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil.

Dan, scene ini bener-bener bikin merinding! Pas Ustadz Salman dan murid-murid bilang “Man Jadda, Wa Jadda” berulang-ulang. Dari yang satu dua orang aja yang ngomong, pelan-pelan semakin banyak murid yang ngomong “slogan” ini. Ditambah lagi latar musik yang awalnya pelan, lama-lama makin keras, dan situasinya juga naik.. KEREN!

Oya, ada beberapa quote lagi yang aku suka dari film ini:

Orang besar itu adalah mereka yang lulus dan keluar dari pesantren ini dan kemudian dengan ikhlas mengajarkan ilmunya sampai ke pelosok desa.

Kamu bs merubah dunia dg kata2. *Ini menohok! Secara aku yang sebenernya suka nulis, tapi ndak terlalu memanfaatkan itu. Huhu*

Film ini berdurasi sekitar dua jam lebih, tapi sama sekali nggak pengen terlewat sedikit pun. Bahkan kemaren, waktu aku nonton, sempet ngerasa kebelet pipis, tapi bener-bener kutahan demi nggak mau kelewat satu scene-pun dari film ini. Hehe.

Hmm, kayaknya aku emang bener2 suka sama DoP-nya.. Ada satu scene yang juga aku suka, pas Alif, Sarah, ama anaknya ustadz lagi di taman.. Kamera ngambil dari kejauhan, trus di depan kamera ada bunga-bunga gitu, dan bunga-bunga itu dibikin blur. Hasilnya? Luar biasa! Bunga-bunga yang sengaja di-blur-in itu jadi kaya semacam foreground dari scene itu. Jadi kaya ada frame gitu di scene ini. Hoho.

Dan memang, film Negeri 5 Menara ini bener-bener tepat memasangkan Roy Rolang (sebagai DoP) dengan Sound Designer plus Music Scoring-nya. Hasil perpaduan karya mereka bener-bener jenius! Ada satu scene yang antara gambar dan musiknya tu nge-blend dan keren banget, pas adegan Alif dkk ngangkut es kering pake becak di tengah sawah. It’s superb! Two thumbs up for them! Hehe.

Overall, aku berani ngasih nilai 8,5 dari 10 untuk film ini. Ada sih beberapa kekurangan di film ini *terutama di bagian ending yang terkesan agak maksa*, tapi secara keseluruhan film ini sangat layak ditonton!! 🙂

Good job!! 🙂

Bravo film Indonesia!! ;D

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 17, 2012 in entertainment, sebuah pembelajaran...

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Senggol Bacok!!

Oke, saking ngebetnya aku mo ngisi blog lagi, akhirnya aku milih nonton Senggol Bacok, salah satunya biar bisa ngakak coz ada Ringgo di situ. Akhirnya dengan berbekal nekat dan uang seadanya tanpa naik motor *halah, gak usah dibahas! Gak penting!* abis pulang kerja aku ke Ambarukmo Plaza dengan tujuan nonton Senggol Bacok *atau Skyline*.

Dan, inilah komentar-komentarku selama nonton film berdurasi tak lebih dari 90 menit ini.

Adegan-adegan awal setelah prolog udah dibuka dengan kemarahan si Galang (Fathir Muchtar) kepada bossnya karena telah menghamili pacarnya sendiri. Ada adegan perkelahian, tapi sayangnya adegan perkelahian itu gak natural, sangat terlihat dibuat2. Namanya juga film sih, pasti dibuat-buat, tapi mungkin akan lebih baik kalo dibuat-buatnya tidak terlalu kelihatan.

10 menit pertama, komedinya agak gak jelas dan garing.. Hehe.

Memasuki menit ke-16,, masih garing..  –“

Menit ke-20, masih tetep gariiinngg.. Hedeh.. Tapi satu hal di menit-menit ini, gayanya Ringgo di film ini selenge’an tapi tetep terlihat asyik. Mungkin aku bisa bilang gini karena liat si Fathir yang kesannya agak maksa berperan di film ini.

Okay, menit ke-36 guyonannya masih saja jayus, garing, kering kerontang, gak sesuai dengan ekspektasiku sebelum nonton film ini. Pengennya sih ini jadi film yang sangat menghibur, tapi ternyata hanya sebatas menghibur dengan komedi2 yang kurang total. Hehe. Maap.

Jadi inti cerita dari film ini adalah tentang perseteruan si Galang dan Donny (Ringgo) yang sama-sama merebut simpati pak RT. Kenapa? Karena mereka berdua sama-sama tertarik dengan anak si pak RT. Hehe.

Btw, ada quote bagus nih yg bisa kuambil dari film ini:

Yang paling menyakitkan adalah ketika melihat orang yang kita sayangin menderita. Jadi, ketika melihat orang yang kita sayangi itu menderita, coba sebisa mungkin untuk membantunya daripada menyesal ke depannya. 🙂

Oya, jujur, sebagai penikmat film, aku kurang merasa dimanjain dengan scene2 yg dipasang di dalam film ini. Selama nonton film, bahkan sampai setengah jalanpun, gak pernah sekalipun aku bilang “wah,, keren’”. Hehe. Agak merasa rugi sih dengan memaksakan diri untuk menonton film ini demi postingan blog. 😀

Btw, akhirnya ada satu scene yang bisa bikin aku ngakak, kira-kira di menit ke-59. walau scene itu agak maksa sih, sedikit banyak meniru komedi dari Srimulat. Hehe. Ya tipikal-tipikal seperti itulah.

Eh, ada satu quote lagi nih:

kalo mau merasa bahagia, coba bahagiakan orang lain terlebih dahulu!

Nah sodara-sodara, jadi si Galang ini ternyata dianggap sebagai pembawa sial di kehidupan pak RT.. ketika ada Galang, pasti aja ada kesialan yang menimpa Pak RT. Yang dianggep teroris ama polisi lah, ketumpahan kopi panas lah, mpe hampir mati karena alergi kacang..

Oya, kalo mo nonton film ini, siap2 aja ya bergumam, “Lho, kok kaya gini jadinya?”. Hehe. Karena itu yang kurasakan waktu udah mendekati akhir dari film ini. Jujur, filmnya agak gak jelas, dan agak maksa juga sepertinya. Maaf, bukannya mau mengolok-olok, tapi memang sebagai penonton aku merasakan seperti itu. Hehe.

Btw, akhirnya ada juga lho scene yg kubilang bagus, walau cuman 2 detik sih. Ada scene jembatan yang berlatar belakang sunset..!! Walo cuman 2 detik tapi bagus..!! 🙂

Eh, ada lagi nih pelajaran yg bisa diambil dari film ini:

gak semua hal harus dihadapi pake emosi..!! 🙂

Ihiy, setelah dengan semua ketidakjelasan dari awal sampai hampir akhir film, akhirnya endingnya justru bikin merinding, terutama ketika si Galang menemukan satu bagian dari masa lalunya. Apa itu? Tonton aja sendiri ya. Hehe. Soalnya itu jadi salah satu dari sedikit bagian dari film ini yang menarik buatku. 😀

Dan, ketika film selesai, aku cuman bisa bilang, “EALAH!!”. Hahahhaa.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 17, 2010 in entertainment

 

Tag: , , , , , , , , , ,

[sebuah review positif tentang film] Garuda di Dadaku,,

Garuda di Dadaku

- Garuda di Dadaku -

Garuda di Dadaku,,
Garuda kebanggaanku,,
Kuyakin hari ini pasti menang..

Aku jadi sering nyanyiin lagu itu sekarang. hwe. gara2nya tadi abis nonton pilm Garuda di Dadaku.. film anak2 *atau paling gak dibilang film semua umur lah* yang gak neko2,, tapi punya makna n pesan moral yang dalem.

film Garuda di Dadaku (GDD) ini bercerita tentang perjuangan Bayu,, seorang anak SD yang seneng banget ama sepakbola,, untuk bisa membawa nama bangsa Indonesia di kancah kompetisi sepakbola internasional. atau lebih simpelnya,, Bayu ingin memakai seragam dengan lambang Garuda di dada sebelah kirinya.

Perjuangannya untuk bisa jadi anggota Timnas U-13 sangat berat,, terutama hambatan dari sang kakek.. kakek si Bayu amat sangat melarang Bayu ikut2an bapaknya *yang udah meninggal* buat maen sepakbola, coz sang kakek menganggap bahwa menjadi seorang pe-sepakbola tu gak penting.. tapi dengan berbagai cara,, Bayu tetep aja backstreet latian bola,, dengan dukungan dari temen deketnya,, Heri..

dari segi cerita,, aku suka banget.. walo itu sebenernya mungkin porsi tontonan buat anak2.. tapi apa yang mo disampaikan melalui film ini tu nyampe.. penceritaannya pun juga ngalur,, nyantai,, gak maksa.. walo akting dari si anak2 agak kagok,, tapi cukup bagus untuk ukuran mereka.. gaya bahasanya pun dibikin kaya omongan mereka sehari2..

dari segi musiknya pun,, aku lebih suka lagi..!! hueehehee… musiknya bagus2.. berasa pas ajah ama scene yang sedang disajikan.. dan lebih suka lagi coz ada beberapa lagu ber-birama 3/4 yang jadi backsound scene2 tertentu.. secara jarang2 aja ada pilm Indonesia yang ilustrasi musiknya pake birama aneh2 kaya 3/4 or 7/8. huehehe,,

btw,, sekarang tu emang lagi jamannya ngiklan lewat pilm apa ya..?? setelah kmaren pas nonton KCB ada kalimat “Motor MIO ku masih bagus kok” di dialog n close-up kartu kredit Mandiri,, di pilm GDD ini ada adegan mandi plus keramas pake Lifebuoy Shampoo..!! hoho.. dan dudulnya,, ada dialog dari si kakek,, yang bilang “Jangan lupa keramas, Bayu..!”. dan adegan keramas itu gak cuman sekali aja nongol di sepanjang pilm.. weleh2..

oya,, entah aku nya yang lebay atau gimana,, pas denger lagu Garuda di Dadaku kok tiba2 merinding yak.. hwe.. berasa nasionalis banget tu lagu.. apalagi kalo ditambahi dengan visual bendera merah putih yang dikibarkan.. huhuhu,, tambah merinding..!!

yang aku salut dari film ini tu satu,, film ini nunjukin kegigihan seorang Bayu untuk mbawa nama Indonesia di kompetisi internasional.. itu kompleks-nya ya.. dan secara sederhana divisualkan dengan adegan pas Bayu bilang “pengen lolos timnas U-13,, pake lambang garuda di sini, pak”, sambil nunjuk ke dada kirinya.. mpe yang si Bayu ini nggambar2 ndiri lambang garuda di kaos sepakbola dia..

satu lagi ding.. ada satu pesan moral yang disampein,, bisa buat anak2,, bisa juga buat mahasiswa kaya aku gini.. kalo suka ama sesuatu kegiatan atau hobi,, jangan lupa tetep musti ngutamain skul.. *ngomong ke diri sendiri* dan buat anak2 pun pesan itu pasti bakalan tersampaikan,, coz disajikan dengan visualisasi yang sederhana,, tapi mengena.. itulah yang aku suka dari pilm ini.. 🙂

di awal2 mpe pertengahan pilm ini sih isinya masih nyantai.. begitu pertengahan ke belakang,, penciptaan konfliknya mak nyuss banget.. pas bagian sang kakek tau kalo selama ini Bayu backstreet buat maen sepakbola *padahal dia udah ngluarin duit banyak buat mbiayai les buat Bayu biar lupa ama sepakbola*,, n trus akhirnya jadi kena serangan jantung,, wew,, bikin ibu2 di sebelahku nangis..!! wkekeke.. *mo bilang aku juga pengen ikutan nangis,, gak enak.. malu.. hihi* lebih bikin trenyuh lagi pas bagian Bayu nangis nyesel begitu kakeknya diangkut ke RS.. hiks,,

pas bagian itu tu visualisasi n ilustrasi musiknya pun bener2 yang ngena banget.. penonton sempet dibikin nahan napas n terpaku pada scene itu.. *umm,, agak lebay gak ya.. tapi ya emang kaya gitu ko yang aku rasain pas nonton*. ada adegan slow motion,, musiknya brenti,, close-up ke kakek… wew,, mantab..!!

oya,, satu lagi,, abis kejadian itu toh,, ada satu quote bagus yang diomongin oleh salah satu tokohnya.. “jangan pernah lari dari suatu masalah,, karena itu akan menciptakan masalah baru”. *dalem…!!*

dan,, ending pilm ini bikin aku tambah merinding..!! jujur,, pas bagian ini,, aku hampir nangis… *tapi aku tahan. huehehe*. Liat bendera Merah Putih dikibar2in,, trus lagu Garuda di Dadaku jadi backsound-nya… ooohhhh,,, *jiwa nasionalisme ku langsung bangkit!!*. jadi inget peristiwa 8 taon lalu,, ketika pada akhirnya aku menangis bangga plus terharu,, coz bisa mengibarkan Sang Merah Putih dengan sukses di Balaikota Yogyakarta.

dulu aku bercita-cita,,
menjadi seorang Paskibraka..
berdiri tegak gagah perkasa,,
tunaikan tugas yang mulia..

jaya tuk bangsa dan negara,,
tunaikan tugas ksatria..
tunaikan dengan penuh wibawa,,
tunaikan dengan rasa bangga….

*huwaaaaa,, kangen masa2 ituh*

NB:
overall,, TWO THUMBS UP buat film ini..!! *tepuk tangan*

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 19, 2009 in entertainment, such a simple life

 

Tag: , , , , ,