RSS

Arsip Tag: sinopsis

[review] The Secret Life of Walter Mitty

Hari Kamis kemarin, sambil nunggu jalanan Jakarta sepi lagi, aku akhirnya mutusin buat nonton. Awalnya bingung, mau nonton Pukulan Maut apa Walter Mitty ini. Akhirnya, karena anginnya cukup gede, dan takut ujan, aku milih nonton Walter Mitty, yang cuman jalan kaki ke bioskopnya.. 😀

Jadi, film ini tu bercerita tentang seorang pegawai di sebuah majalah bernama “LIFE” yang terancam dipecat gara-gara perusahaan akan mengubah format majalah LIFE ini menjadi digital. Untuk lebih jelasnya, baca sinopsis dari 21cineplex.com di bawah ini ya: *bilang aja males ngetik. ahhahaa*

Sebagai seorang yang bekerja di sebuah majalah ternama Life, Walter Mitty (Ben Stiller) malah terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Walter tidak pernah melakukan petualangan sedikitpun dalam kehidupannya. Yang bisa dilakukannya hanyalah berimajinasi. 

Berawal dari sebuah foto lama milik Sean O’Connell (Sean Penn), Walter memutuskan untuk merubah hidupnya dengan melakukan petualangan ekstrim. Ia berusaha menemukan Sean O’Connell dan melakukan perjalanan yang selama ini hanya ada dalam imajinasinya. Berhasilkah Walter menemukannya? lalu apakah petualangan itu nyata atau Walter kembali berimajinasi?

Film Walter Mitty ini adalah salah satu film yang bisa bikin aku melek dari awal sampai selesai. Secara, biasanya kan suka tiba-tiba ketiduran, atau ngantuk gara-gara filmnya agak-agak kurang menarik. Hehe. 

Salah satu yang aku inget dan menurutku sangat menarik dari film ini adalah motto dari Majalah LIFE itu sendiri:

To see the world, things dangerous to come to, to see behind walls, draw closer, to find each other and to feel. That is the purpose of life.

Motto itu yang akhirnya jadi “panduan” buat si Walter Mitty untuk memperjuangkan pekerjaannya.

Menurutku, film ini ringan, menarik, dan inspiring. Dan yang pasti, ya itu tadi, ndak bikin ngantuk. Hehe. Selain itu, scene-scene yang ditampilkan di film ini juga bagus. Hampir ndak ada goofs yang ketangkep mataku. Bahkan, pas adegan di ruang “negatif foto” aja yang kupikir bakalan berpotensi ada goofs gara-gara nampilin jam dinding, ternyata endak. 😀 Well, goofs sih tetep ada, cuman ndak fatal-fatal amat lah.. Hehe. 

Beberapa adegan memang bikin penonton ketawa, terutama pas Walter Mitty-nya ngalamun. Emang dasar ya tu orang, ngalamunnya suka dahsyat. Hahaha. 

Sempet sih ada adegan yang bikin “Yaaahhh.. :(“, tapi ternyata endingnya kece! Bahkan sempet bikin aku ber-“Oohhh” ria.. 😀 So touching.. :’) 

Buat yang belum nonton, tonton deh sebelum ilang dari peredaran. Soalnya filmnya worthed buat ditonton. Durasinya pun cukup lama, 110an menit. 

Daftar pemainnya pun cukup kece. Selain Ben Stiller (yang jadi pemeran utama sekaligus sutradara), ada Sean Penn, Adam Scott, Paul Fitzgerald, sama Kristen Wiig juga. *Ini semua cuman googling. Padahal aslinya juga ndak gitu familiar sama film-film mereka.. XD*

Pokoknya, selagi filmnya masih diputer di bioskop, segerain nonton deh.. Dijamin ndak ada adegan aneh-aneh.. Hehe. 

Overall, aku kasih nilai 8/10 buat film ini. Ringan, lucu, ndak bosenin, dan tentunya inspiratif. 

Good job, Ben Stiller! 🙂

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 10, 2014 in entertainment

 

Tag: , , , , , , ,

[review] Lovely Man

Tema LGBT kayaknya lagi banyak diangkat sama sineas2 Indonesia. Setelah sebelumya ada film omnibus Sanubari Jakarta, tanggal 10 Mei ini ada film Lovely Man. Dan beruntungnya aku bisa ikutan nonton Gala Premier-nya kemaren Selasa. Hehehe. *thanks to @film_indonesia n’ @MovieGoersID*.

Nah, kalo Sanubari Jakarta itu ceritanya komplit—Lesbian, Gay, Biseksual, sama Transgender—, film Lovely Man ini lebih terfokus ke Transgender. Peran Ipuy, sebagai tokoh sentral di film ini, diperankan dengan sangat apik sama Donny Damara. Luwes banget. Hehe. Mulai dari caranya “jualan”, flirting ke pelanggannya, dll. Jadi, cerita inti dari film ini tu tentang anak yang terpisahkan dari bapaknya, Cahaya (Raihaanun). Nah, si Cahaya ini nekat ke Jakarta cuman buat ketemu sama bapaknya, yang identitasnya sangat-sangat dirahasiakan sama si ibu. Ibunya cuman pengen si Cahaya nggak kecewa waktu tau identitas si bapak yang sebenarnya. Cerita lanjutannya gimana? Tonton sendiri aja ya, takut jadi spoiler di sini.. Hehe.

Yang jelas, Teddy Soeriaatmadja berhasil menyutradarai film ini dengan sangat baik. Sepanjang nonton film, aku sama sekali nggak ngerasa bosen sama sekali. Yang ada, aku bener-bener mantengin film ini dari awal sampe selesai. Dan itu salah satunya karena pengarah kamera film ini tu si Ical Tanjung. Aku mulai suka sama karyanya Ical Tanjung sejak aku nonton film Heart. Abis itu, tiap ada film baru yang DoP-nya Ical, aku berasa harus nonton aja gitu. Hehe. Awalnya aku nggak tau kalo film Lovely Man ini DoP-nya Ical Tanjung. Begitu baca ada nama dia di poster, ekspektasiku sama film ini semakin tinggi. Dan apa yang terjadi? Mataku bener2 dimanjain sama framing-framing dia yang mantep! Hehe. Zipper tas, zipper dibuka trus nunjukin si Cahaya baca kartu pos, tangan menyusuri pembatas jalan, air keluar dari shower, dll. Love it!! 🙂

Oya, kalo ngomong soal kontinuitas, scene-scene yang disajikan di film ini cukup terjaga kontinuitasnya. Antara satu scene dan scene lainnya itu berasa nyambung terus, sampe pada akhirnya aku nemu kejanggalan di scene Warung Padang.. 😦 Padahal dari awal enak banget diliatnya.. Jadi, di scene Warung Padang itu, ada perbedaan cara megang rokoknya si Ipuy pas di-shoot dari depan dan dari belakang.. Sebenernya gak ngganggu banget sih, cuman terasa janggal aja, apalagi perpindahan shot-nya cukup sering.. Tapi walaupun ada “gangguan” itu, tetep aja nggak mengurangi “nilai” keseluruhan film.. Hehe. *ini pendapat orang sotoy lho ya! ;D*

Eh iya, ada dua quote yang kucatet dari film ini, yang kupikir cukup keren! Hehe. Dua-duanya dari dialog Bapak – Anak..

Semakin deket sama orang, semakin cepet lo sakit hati! Udahlah, kenal sama orang seadanya aja!

Apapun yang dilakukan dalam hidup bukan masalah benar atau salah, tapi masalah pilihan hidup.. *bener banget nih! Hehe*

Salah satu yang kusukai dari film ini tu adegan kekerasannya di-blur-in. Jadi penonton nggak disuguhi orang dipukul-pukulin secara gamblang.. Hoho.

Menurutku, film Lovely Man ini jadi salah satu film Indonesia yang layak tonton.. Temanya tidak biasa *tapi memang ada di sekitar kita*, penggarapannya apik, penokohannya pas, semacam paket komplit lah.. Banyak juga yang bilang kalo film ini menyentuh. Dan menurutku sih emang iya.. Gimana perasaan seorang anak yang terpisah sama bapaknya selama kurang lebih 15 tahun, pun pas akhirnya ketemu malah kondisi bapaknya jadi waria.. Buatku, nilai film Lovely Man ini 8,5 dari 10, terutama dari segi sinematografi.. 😀

Gimana ending dari cerita ini? Atau penasaran sama akting Donny Damara yang kubilang total banget itu? Tonton aja filmnya mulai hari ini, tanggal 10 Mei 2012!! Kabarnya Donny Damara ngalahin Andy Lau sebagai Best Actor di Festival Film Asia Ke- lho! *info didapat dari blognya Dido*

Jadi, tunggu apa lagi..?? Luangkan waktumu buat nonton film ini ya…!! 🙂

 

Tag: , , , , , , , , ,

[Review] Sanubari Jakarta

Yak, setelah ketunda hampir seminggu, akhirnya aku nonton film ini.. Jujur, dari awal aku punya keinginan buat nonton film ini, aku sama sekali nggak tau film ini bercerita tentang apa.. Jadi, dari awal ya aku taunya film Sanubari Jakarta ini cuman film omnibus.. Aku gak baca sinopsisnya, aku gak baca reviewnya, dan aku pun juga gak liat trailernya..

Beberapa menit sebelum nonton, pas lagi di Trans Jakarta tuh, ada temen yang bilang kalo film Sanubari Jakarta ini bercerita tentang banyak orientasi seksual.. Oke lah, nggak masalah, yang penting emang dari awal *bahkan sebelum tau ceritanya tentang apa* aku pengen nonton film ini.

Dan bener deh, waktu udah masuk dan nonton filmnya, ternyata emang bener, filmnya tentang LGBT. Jadi, kalo disimpulkan, ada 10 cerita dengan tokoh dan sutradara yang berbeda-beda pula.. Dan kesepuluh cerita itu berkaitan dengan “dunia” LGBT, kaya seorang gay yang berkepribadian ganda, seorang bapak2 yang terpaksa menjadi waria demi menghidupi keluarganya di kampung, seorang wanita yang ternyata dulunya seorang bocah laki-laki, seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta dengan guru TK anaknya yang juga perempuan, sepasang gay yang mencoba untuk menutupi “identitas” mereka, dll. Kubilang sih ceritanya cukup menarik, atau bahkan mungkin bisa dibilang sangat menarik..

Satu hal yang sempet jadi pertanyaan setelah aku nonton film ini adalah, kenapa judulnya Sanubari Jakarta. Abis ngobrol ama temen2, menurut pendapat dia sih kenapa judulnya Sanubari Jakarta, karena memang itulah yang terjadi di Jakarta.. Salah satu hal yang mungkin “disembunyikan”, karena mungkin masih banyak yang berfikir bahwa menjadi seorang L/G/B/T masih belum diterima masyarakat. Kalo kupikir2, ada benernya juga itu film dikasih judul Sanubari Jakarta dengan alasan yang dibilang temenku itu tadi.. Well, maklum, secara aku emang lemah dalam penjudulan tiap kali aku nulis cerita.. XD

Hmm, sebenernya aku bingung sih mau ngreview gimana tentang film ini, soalnya kan ada 10 cerita tuh.. Menurutku sih hampir semua ceritanya menarik, baik dari segi cerita maupun visualisasinya.. Kalo boleh milih, aku paling suka cerita pertama tentang seorang cowok berkepribadian ganda, seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta sama guru TK anaknya, dan film bisu tentang pekerja pabrik. Dan kalo boleh nyebut, cerita yang gak terlalu aku suka tu yang tentang Srikandi dan cerita monolog. Tentunya aku punya alasan dong kenapa suka dan nggak suka. Mau tau..?? Lanjut baca yuk! XD

Cerita pertama yang aku suka itu tentang cowok berkepribadian ganda.. Jadi, ada sepasang, entah pasangan gay entah sahabatan, salah satunya punya dua kepribadian. Taruhlah, si A dan si B.. Nah, si B ini, dia punya dua kepribadian. Visualisasi dari dua kepribadian ini tu bener2 dibikin smoooth banget.. Scene-nya dibikin kalo si A bareng si B dalam “kondisi” cowok, si A biasa2 aja.. Giliran si A bareng sama si B dalam “kondisi” cewek, si A bener2 ngerasa enjoy banget.. Trus ada scene di ruang tertutup yang nunjukin si B cewek dengan background merah yang suka main musik dan masak, dan si B cowok yang cuman suka nonton film. Dua scene ini bener2 dibikin sangat kontras.. Dan mungkin buat penonton “awam” akan merasa bahwa si B cowok dan si B cewek ini orang yang berbeda. Bener2 paket komplit cerita yang pertama ini.. Udah ceritanya keren, framingnya juga mantap, plus coloring dari cerita ini enak banget diliat, ala-ala lomo gitu.. Hehe.

Ada juga film bisu yang nyeritain tentang pekerja pabrik yang suka sama rekan kerjanya, yang juga sama-sama cowok.. Film ini emang sengaja dibikin item putih dan tanpa dialog.. Ceritanya berawal dari si C yang papasan sama si D di pabrik. Trus si C tiba2 ngerasa “terpesona”.. Nah, waktu si C pulang, tiba2 liat si D lagi nunggu angkot di lampu merah.. Disamperin deh si D ama si C, trus ditawarin tebengan.. Eh, trus mereka akhirnya jadian, tinggal bareng serumah deh.. Berasa idup mereka tu bahagiaaa banget.. Sampe pada akhirnya si C nunggu di traffic light lagi, sendiri.. Dan ternyata itu tadi semua cuman khayalan sambil nunggu lampu merah berubah jadi ijo.. Hohoho..

Trus kenapa aku gak gitu suka cerita yang Srikandi dan cerita monolog? Pertama, kalau yang cerita Srikandi itu, kesannya jadi berasa “biasa” dibandingkan cerita-cerita lainnya. Aku gak bilang cerita Srikandi ini jelek lho, tapi kesannya jadi berasa timpang dibandingkan cerita lainnya. Trus kedua, kenapa aku gak suka yang cerita monolog? Sebenernya lebih karena aku gak gitu ngerti apa yang diceritain. Menurut temenku sih itu tentang transgender juga yang sebenernya dia sedang berbicara dengan dirinya sendiri.. Sekali lagi, aku gak gitu suka dengan kedua cerita ini bukan karena apa-apa, tapi karena cerita-cerita lainnya lebih terasa “menohok” buatku. Hehe.

Overall, kesepuluh cerita yang ada di Sanubari Jakarta ini menarik buat ditonton.. Dari yang serius, mikir, sampe yang kocak juga ada.. Kalau dikasih nilai, tiap ceritanya beda-beda sih, tapi rata-rata 7,5 lah, soalnya ada yang bagus banget, tapi ada yang biasa-biasa aja.. Hehe.

Kalo mau tau cerita apa aja yang disajikan di film Sanubari Jakarta ini, kamu bisa baca di sini..

Penasaran gimana film omnibus tentang drama LGBT ini? Buruan tonton di bioskop2 terdekat..!! Keburu ilang dari peredaran lho.. Hehehe.


PS:

Waktu nonton film ini tu berasa nonton sekumpulan film fiksimini dijadiin satu dan diputer di bioskop.. XD *termasuk dengan twisted ending di beberapa cerita* Hohoho..

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Negeri 5 Menara!

Demi bisa nonton Sampai Ujung Dunia, maka mau nggak mau aku harus ngelarin review Negeri 5 Menara, hari ini juga. Hehe.

Sebenernya aku udah lama pengen nonton film ini, bahkan sejak film ini belum dirilis. Alasannya satu, kata banyak orang sih bukunya bagus, dan sampe review ini kubuat, aku belum baca buku karya Ahmad Fuadi ini, sama sekali. Hehehe. Kalau mau baca sinopsisnya, mampir ke sini aja ya.. Aku cuman mau bahas opiniku tentang film ini.. ;D

Well, lagi-lagi karena alasan kerjaan, aku telat dateng ke bioskop sampe sekitar 10 menitan.. T.T Dan yang pertama menarik perhatianku adalah latar musiknya. Kubilang sih oke, asyik didengernya. Nggak terlalu berat, tapi masuk ke scene-scenenya. Hehe. Di akhir film aku baru tau kalo Sound Designer-nya Khikmawan Santosa dan Music Scoring-nya dibikin sama Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Ramondo Gascaro. Aku nggak terlalu familiar dengan nama-nama itu sih, tapi karya mereka TOP BGT!

Daaaan, seperti biasa, aku selalu tertarik untuk mengamati kualitas gambar dan cara framing scene-scene di hampir setiap film-film Indonesia. Begitu juga dengan film Negeri 5 Menara ini. Beberapa menit aku nonton film ini, aku langsung penasaran sama DoP-nya. Aku suka sama framing scene-scene di film ini. Gambarnya pun juga cerah. Salah satu scene yang aku suka adalah pas scene tangan David Chalik ngelap gunting di asrama pesantren. Cool! Pas udah kelar filmnya, aku baru tau kalo DoP-nya Roy Rolang. Dan entah akunya yang gak gitu “gaul” atau gimana, nama ini *sekali lagi* gak terlalu familiar di telingaku, tapi aku suka ama framing2 dia di film ini.

Oya, masih soal teknis kamera, film Negeri 5 Menara ini banyak memakai teknik panning. Dan salah satu yang aku suka adalah scene yang tadinya cuman berisi satu guru di depan kelas, tiba-tiba kamera bergerak dan menunjukkan seisi aula *yang ternyata luas*. Dan emang sih, semakin ke sini, semakin terperangah *halah* sama scene-scene yang dikasih. Well, ini karena aku suka framing yang gak terlalu biasa sih. Hehe.

Eh, eh, Donny Alamsyah kan biasanya main di film action kan ya.. Nah, tiba-tiba liat dia jadi ustadz di film Negeri 5 Menara ini kok agak gimana gitu.. Berasa beda..

Oya, ada satu quote yang aku suka dari film ini *yang juga jadi benang merahnya*.

Ingat, bukan yang paling tajam, tapi yang paling bersungguh-sungguh. Man Jadda, Wa Jadda.. Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil.

Dan, scene ini bener-bener bikin merinding! Pas Ustadz Salman dan murid-murid bilang “Man Jadda, Wa Jadda” berulang-ulang. Dari yang satu dua orang aja yang ngomong, pelan-pelan semakin banyak murid yang ngomong “slogan” ini. Ditambah lagi latar musik yang awalnya pelan, lama-lama makin keras, dan situasinya juga naik.. KEREN!

Oya, ada beberapa quote lagi yang aku suka dari film ini:

Orang besar itu adalah mereka yang lulus dan keluar dari pesantren ini dan kemudian dengan ikhlas mengajarkan ilmunya sampai ke pelosok desa.

Kamu bs merubah dunia dg kata2. *Ini menohok! Secara aku yang sebenernya suka nulis, tapi ndak terlalu memanfaatkan itu. Huhu*

Film ini berdurasi sekitar dua jam lebih, tapi sama sekali nggak pengen terlewat sedikit pun. Bahkan kemaren, waktu aku nonton, sempet ngerasa kebelet pipis, tapi bener-bener kutahan demi nggak mau kelewat satu scene-pun dari film ini. Hehe.

Hmm, kayaknya aku emang bener2 suka sama DoP-nya.. Ada satu scene yang juga aku suka, pas Alif, Sarah, ama anaknya ustadz lagi di taman.. Kamera ngambil dari kejauhan, trus di depan kamera ada bunga-bunga gitu, dan bunga-bunga itu dibikin blur. Hasilnya? Luar biasa! Bunga-bunga yang sengaja di-blur-in itu jadi kaya semacam foreground dari scene itu. Jadi kaya ada frame gitu di scene ini. Hoho.

Dan memang, film Negeri 5 Menara ini bener-bener tepat memasangkan Roy Rolang (sebagai DoP) dengan Sound Designer plus Music Scoring-nya. Hasil perpaduan karya mereka bener-bener jenius! Ada satu scene yang antara gambar dan musiknya tu nge-blend dan keren banget, pas adegan Alif dkk ngangkut es kering pake becak di tengah sawah. It’s superb! Two thumbs up for them! Hehe.

Overall, aku berani ngasih nilai 8,5 dari 10 untuk film ini. Ada sih beberapa kekurangan di film ini *terutama di bagian ending yang terkesan agak maksa*, tapi secara keseluruhan film ini sangat layak ditonton!! 🙂

Good job!! 🙂

Bravo film Indonesia!! ;D

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 17, 2012 in entertainment, sebuah pembelajaran...

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Pupus

Jadi begini, sodara-sodara.. Tadi pagi aku udah harus keluar rumah sebelum jam 10 karena disuruh bantuin temen yang sama-sama masuk tim proyek penelitian dosen di lab. Kupikir akan sangat wajar rasanya pergi pagi trus lanjut kerja sore. Tapi ternyata..? abis selesai ngelab, berasa bingung aja gitu mau ngapain.. akhirnya, pilihanku jatuh ke nonton film PUPUS. Kenapa aku milih nonton film yang mungkin tidak terlalu menarik buat orang kebanyakan ini? Karena film ini bikinannya Rizal Mantovani.  Film terakhirnya yang kutonton tu ”Air Terjung Pengantin”, dan itu sangat mengecewakan. Tapi entah kenapa, aku tetep aja nekat mau nonton film ”Pupus” ini.

Dan, beginilah yang aku rasain selama nonton film ini.. Eh, tapi maaf ya kalo agak2 spoiler dikit.. ;D

Menurutku, gambar yang disajikan di film ini tu enak banget diliat. Cerah, terang, tipikal film Indonesia *yang bagus* deh. Dari segi sinematografinya sih agak biasa, tidak terlalu memanjakan mata kaya Nayato, but it’s okay.

Buat aku ya, selama nonton film ini tu berasa ”baca” teenlit. Abege banget! Hehee. Walau ceritanya tentang anak kuliahan, tapi cerita yang disajikan tu cinta-cintaan abege gitu deh. Ya walaupun gak gitu berbobot, tapi kuakui ceritanya lumayan menarik untuk disimak kok.

Oya, ada satu ganjelan sih sewaktu nonton film ini. Jadi ya, ada banyak kali hape PINS di-closeup. Entah itu hape apa, tapi yang jelas kedua tokoh utama di film ini, Pandji (Marcell Chandrawinata) n Cindy (Donita) tu pake hape ini. Padahal kan biasanya film dan sinetron yang ada akhir-akhir ini SELALU pake BB. Hehee.

Btw, buat penggemar artis2nya Republik Cinta Management, pasti bakalan seneng nonton film ini. Lha wong hampir semua sontreknya dari artis2 Republik Cinta semua. Mulai dari Mahadewi, Mulan Jameela, dll, dan tentunya tak lupa lagu ”Pupus” yang jadi sontrek utama film ini.

Setting kampus di film ini pake Universitas Trisakti, dan akhirnya buanyak spot di kampus ini yang diekspos. Tapi emang keren sih kampusnya. Hehehe.

Buat pecinta Donita, di film ini Donita nyanyi juga. Entah itu suaranya dia beneran atau enggak, tapi ada satu scene di mana si Donita ini nyanyi, dan suaranya bagus! 😀

Oya, menurutku, kontinuitas gambar di film ini agak terabaikan deh. Ada beberapa bagian yang ”gak nyambung”, padahal masih di scene yang sama, terutama pas adegan di atas bianglala. Dan scene ini memang agak-agak terasa sangat mengganggu. Gimana enggak? Jadi ya, di scene bianglala yang pas si Donita bawa coklat batangan, ukuran coklatnya bisa berubah-ubah! Detik ini coklatnya masih panjang, detik berikutnya pas ganti angle kamera coklatnya jadi pendek. Eh, pas ganti angle lagi, jadi panjang lagi.. deuuhhh.. –*

Btw, adegan ciuman di atas bianglala kok hampir selalu terlihat romantis yak..? Hehe. Jadi, di film ini tu ada beberapa adegan ciuman di atas bianglala, dan selalu saat si bianglala macet. Wkekekkee. Coba ya, naik bianglala ini sama pacar, pas senja, trus macet pas di atas.. WOW! 😀

Hmm, sebenernya agak males sih nonton film beginian.. bikin pengen cinta-cintaan juga.. hiks. Lha kan lagi gak ada yang bisa dicintai.. huwaaa.. *nangis di pojokan*

Eh, lhadalah..!! segitu gencarnya sih promo si hape PINS ini…? masa mpe di selasar kampus pun ada x-banner PINS coba.. ?? ckckck..

Oya, ada satu quote yang bagus nih !

Kalo kamu mau satu hal, kamu harus berjuang keras untuk dapetin yang kamu mau!

Btw, sepertinya buat cewek tu kejelasan hubungan memang suatu hal yang mutlak ya? Ada satu scene di mana si Cindy meminta kejelasan hubungan ke si Panji. Dia bilang gini, ”Kita ini teman, pacar, atau sahabat sih? Kalo kita ciuman, mustinya kita pacaran kan?”. Nah kau..!! Adakah pelaku ciuman di luar pacaran di sini..? Ngacung! Hohoho.

Oya, kalo di cineplex21.com itu disebutin bahwa si Cindy ini emang seorang cewek yang gampang ditipu, sedangkan si Panji ini playboy insap.. tapi, kenapa beberapa kali si Panji ini mengecewakan si Cindy dan membuat harapannya pupus. Dari awal emang keliatan kalo si Panji gak serius sama si Cindy.. tapi apa emang bener gitu..? tonton aja sendiri yah.. hehehe. Lumayan kok buat ditonton sama pacar.. 😀

Eng, anu.. yang jelas sih, ada mbak-mbak di belakangku yang maki-maki n nangis waktu nonton film ini.. kira-kira apa yang bikin mbak-mbak itu berbuat demikian..?? tonton sendiri aja ya.. 🙂 Selamat menonton.. ;D

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 26, 2011 in entertainment

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Senggol Bacok!!

Oke, saking ngebetnya aku mo ngisi blog lagi, akhirnya aku milih nonton Senggol Bacok, salah satunya biar bisa ngakak coz ada Ringgo di situ. Akhirnya dengan berbekal nekat dan uang seadanya tanpa naik motor *halah, gak usah dibahas! Gak penting!* abis pulang kerja aku ke Ambarukmo Plaza dengan tujuan nonton Senggol Bacok *atau Skyline*.

Dan, inilah komentar-komentarku selama nonton film berdurasi tak lebih dari 90 menit ini.

Adegan-adegan awal setelah prolog udah dibuka dengan kemarahan si Galang (Fathir Muchtar) kepada bossnya karena telah menghamili pacarnya sendiri. Ada adegan perkelahian, tapi sayangnya adegan perkelahian itu gak natural, sangat terlihat dibuat2. Namanya juga film sih, pasti dibuat-buat, tapi mungkin akan lebih baik kalo dibuat-buatnya tidak terlalu kelihatan.

10 menit pertama, komedinya agak gak jelas dan garing.. Hehe.

Memasuki menit ke-16,, masih garing..  –“

Menit ke-20, masih tetep gariiinngg.. Hedeh.. Tapi satu hal di menit-menit ini, gayanya Ringgo di film ini selenge’an tapi tetep terlihat asyik. Mungkin aku bisa bilang gini karena liat si Fathir yang kesannya agak maksa berperan di film ini.

Okay, menit ke-36 guyonannya masih saja jayus, garing, kering kerontang, gak sesuai dengan ekspektasiku sebelum nonton film ini. Pengennya sih ini jadi film yang sangat menghibur, tapi ternyata hanya sebatas menghibur dengan komedi2 yang kurang total. Hehe. Maap.

Jadi inti cerita dari film ini adalah tentang perseteruan si Galang dan Donny (Ringgo) yang sama-sama merebut simpati pak RT. Kenapa? Karena mereka berdua sama-sama tertarik dengan anak si pak RT. Hehe.

Btw, ada quote bagus nih yg bisa kuambil dari film ini:

Yang paling menyakitkan adalah ketika melihat orang yang kita sayangin menderita. Jadi, ketika melihat orang yang kita sayangi itu menderita, coba sebisa mungkin untuk membantunya daripada menyesal ke depannya. 🙂

Oya, jujur, sebagai penikmat film, aku kurang merasa dimanjain dengan scene2 yg dipasang di dalam film ini. Selama nonton film, bahkan sampai setengah jalanpun, gak pernah sekalipun aku bilang “wah,, keren’”. Hehe. Agak merasa rugi sih dengan memaksakan diri untuk menonton film ini demi postingan blog. 😀

Btw, akhirnya ada satu scene yang bisa bikin aku ngakak, kira-kira di menit ke-59. walau scene itu agak maksa sih, sedikit banyak meniru komedi dari Srimulat. Hehe. Ya tipikal-tipikal seperti itulah.

Eh, ada satu quote lagi nih:

kalo mau merasa bahagia, coba bahagiakan orang lain terlebih dahulu!

Nah sodara-sodara, jadi si Galang ini ternyata dianggap sebagai pembawa sial di kehidupan pak RT.. ketika ada Galang, pasti aja ada kesialan yang menimpa Pak RT. Yang dianggep teroris ama polisi lah, ketumpahan kopi panas lah, mpe hampir mati karena alergi kacang..

Oya, kalo mo nonton film ini, siap2 aja ya bergumam, “Lho, kok kaya gini jadinya?”. Hehe. Karena itu yang kurasakan waktu udah mendekati akhir dari film ini. Jujur, filmnya agak gak jelas, dan agak maksa juga sepertinya. Maaf, bukannya mau mengolok-olok, tapi memang sebagai penonton aku merasakan seperti itu. Hehe.

Btw, akhirnya ada juga lho scene yg kubilang bagus, walau cuman 2 detik sih. Ada scene jembatan yang berlatar belakang sunset..!! Walo cuman 2 detik tapi bagus..!! 🙂

Eh, ada lagi nih pelajaran yg bisa diambil dari film ini:

gak semua hal harus dihadapi pake emosi..!! 🙂

Ihiy, setelah dengan semua ketidakjelasan dari awal sampai hampir akhir film, akhirnya endingnya justru bikin merinding, terutama ketika si Galang menemukan satu bagian dari masa lalunya. Apa itu? Tonton aja sendiri ya. Hehe. Soalnya itu jadi salah satu dari sedikit bagian dari film ini yang menarik buatku. 😀

Dan, ketika film selesai, aku cuman bisa bilang, “EALAH!!”. Hahahhaa.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 17, 2010 in entertainment

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Cinta 2 Hati (Dilema) – Afgan

Yup,, film ini adalah (sepertinya) film pertama Afgansyah Reza,, si penyanyi kondang itu.. dan di film pertamanya ini Afgan mencoba beradu akting dengan Olivia Jensen,, Tika Putri,, n Deddy Mizwar…

Jadi,, bagaimana kesanku setelah melihat film ini..??

Umm,, pertama,, Afgan maennya agak kaku.. gak natural gitu lah.. Yah,, maklum aja sih,, mungkin karena ini film pertamanya.. Masih terlalu script-minded.. hehehee.. *sotoy banget!!*

Oya,, pas masuk teater ni ya,, kulihat sekeliling,, beuhh,, yang nonton kebanyakan cewek..! Jadi agak ngerasa salah nonton film ni.. hoho. Tapi tak apalah,, nonton film ini emang sengaja buat bikin reviewnya kok.. 😀

Berhubung di sini aku cuman mau “speak-up” apa kesanku waktu nonton film ini,, jadi sinopsis nya kuambilin dari 21cineplex.com aja ya.. huehehe..

ALFA (Afgan) adalah seorang penyanyi muda yang sedang berada di puncak karirnya. Dia bukan saja piawai dalam bernyanyi namun juga seorang pemuda yang tampan. Meski karirnya cemerlang dan bergelimang harta namun dia tetap seorang pemuda yang baik dan setia kepada pacarnya, LARAS (Tika Putri).
Laras merupakan figur gadis yang tidak hanya cantik, tapi juga lemah lembut dan penuh pengertian sehingga tak heran bila Alfa begitu mencintainya.
Hubungan Alfa dan Laras sebenarnya sangat mesra namun terkendala kesibukan Alfa yang luar biasa padat

Hari-hari Alfa tersita oleh show dari pangung ke panggung, dari satu kota ke kota lainnya dan seabreg kegiatan lain yang berhubungan dengan dunia entertainment dan media massa. Show Alfa selalu dipadati oleh penggemar fanatik yang didominasi oleh para gadis belia. Diantara ribuan fans Alfa, ada seorang remaja bernama JANE (Olivia Lubis Jensen) yang juga sangat fanatik. Dan fanatisme-nya membuat Jane tergila-gila dan terobsesi untuk bisa membuat Alfa mencintai dirinya. Obsesi Jane tersebut seperti menemukan jalannya karena dia adalah cucu kesayangan konglomerat bernama BAKTI HASAN (Deddy Mizwar).  Sang kakek benar-benar ingin memberikan apapun yang Jane minta karena ternyata Jane menderita Kanker yang sewaktu-waktu bisa merenggut jiwanya.  Maka melalui campur tangan kakeknya, Jane berhasil masuk dalam kehidupan Alfa

Apa yang akan dilakukan Jane dan kakeknya untuk menarik simpati Alfa ? Akankah Jane berhasil merebut Alfa dari Laras ?  Apakah Jane akhirnya meninggal ?
Bagaimana nasib Laras ?  Apakah Alfa dapat membuktikan kesetiaannya ?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang manjadi dinamika dan konflik cerita di film ini yang sangat menarik untuk diikuti

Semenarik apakah film ini untuk diikuti..? Well,, berikut adalah beberapa komentarku terhadap film ini.. *beuhh,, bahasaku kok agak ndangdut yak??*

Hmm,, secara,, film ini bagus.. Ceritanya lumayan,, walau tetep terkesan lagi nonton FTV di layar lebar.. Tapi bagi cewek2 penggemar Afgan,, mungkin bakalan klepek2 ngeliat aksi idola mereka tersebut.. Taruhlah,, pada scene Alfa (Afgan) nyanyiin lagu pengantar tidur buat Jane (Olivia Jensen),, cewek mana sih yang bakalan nolak..?? hehee,,

Dan,, Afgan bener2 keliatan chubby di film ini.. gak tau kenapa.. apa emang dari sananya dia udah chubby yak..?? hwe.. Udah gitu,, di film ini Afgan jerawatan pula.. hedehhh.. ternyata,, artis bisa jerawatan juga ya… wkekekeke..

Nah,, di film ini ada dua peran cewek yang amat sangat bertolak belakang sifatnya.. Jane yang sumpah-mampus manja abiss..!! *nontonnya aja bikin emosi,, berasa pengen nimpukin pake sandal..!*. Trus ada juga Laras,, yang sabar,, mau berkorban buat orang lain,, tapi melas bin makan ati banget kalo ada orang yang beneran di posisinya si Laras itu.. huhu.. Tapi ya,, setelah kupikir2,, akting kedua cewek ini,, walau gak gitu istimewa banget,, tapi tetep ngena.. Olivia Jensen dengan peran manjanya,, Tika Putri dengan perannya yang melas dll,, masing2 berkesan buat aku..

Oya,, emang sekarang tu jaman iklan di dalem film ya.. Lagi-lagi Nu Green Tea beriklan dalam film ini.. Udah beberapa kali Nu Green Tea jadi sponsor film2 Indonesia,, kaya Ayat-Ayat Cinta,, dll..

Umm,, kalo inget peran Laras di film ini tu,, sumpah,, makan ati banget..!! Atau sebenernya biasa,, tapi gara2 aku pernah ngerasain hal yang sama kaya peran Laras ini,, jadi ngena..?? hehehe.. Masa si Laras ini bilang, “Alfa,, kalo kamu cinta ama aku,, bahagiain Jane”. Ugh..!!

Btw,, ada satu quote bagus yang diomongin ama Deddy Mizwar dalam perannya, “Jangan pernah kamu merasa lelah dalam menjalani hidup”. Dengerin tuh..!! hehehe,,

Secara keseluruhan,, di bagian tengah ke belakang,, konflik yang dibangun semakin pelik.. *halah,, bahasaku!*. Semakin banyak adegan yang menguras hati,, mpe mbak2 di sebelahku mulai satu persatu mengelap matanya,, tanda2 nangis bin mewek.. 😀 dan yang bikin males,, mataku berasa gatel pas adegan sedih.. sumpah ya,, jadi males nggaruk,, lha daripada dikira nangis.. wkekekee…

Oya,, satu lagi,, lagu Afgan yang Cinta 2 Hati bener2 masuk banget ama scene yang lagi diputer.. Ngena banget.. Jujur ya,, sebagai penonton aku dibikin “hanyut” ama scene yang lagi diputer.. sedih.. tapi gak mpe nangis kok.. huehehee,,,

So,, buat yang masih penasaran ama jalan ceritanya,, or cuman pengen liat Afgan nyoba berakting di film ini,, sok atuh ditonton.. Lumayan bagus kok.. 🙂

Semangad..!!

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada April 9, 2010 in entertainment

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,