RSS

[review] Lovely Man

Gambar diambil dari: http://www.21cineplex.com/lovely-man-movie,2821,02LOMN.htm

Tema LGBT kayaknya lagi banyak diangkat sama sineas2 Indonesia. Setelah sebelumya ada film omnibus Sanubari Jakarta, tanggal 10 Mei ini ada film Lovely Man. Dan beruntungnya aku bisa ikutan nonton Gala Premier-nya kemaren Selasa. Hehehe. *thanks to @film_indonesia n’ @MovieGoersID*.

Nah, kalo Sanubari Jakarta itu ceritanya komplit—Lesbian, Gay, Biseksual, sama Transgender—, film Lovely Man ini lebih terfokus ke Transgender. Peran Ipuy, sebagai tokoh sentral di film ini, diperankan dengan sangat apik sama Donny Damara. Luwes banget. Hehe. Mulai dari caranya “jualan”, flirting ke pelanggannya, dll. Jadi, cerita inti dari film ini tu tentang anak yang terpisahkan dari bapaknya, Cahaya (Raihaanun). Nah, si Cahaya ini nekat ke Jakarta cuman buat ketemu sama bapaknya, yang identitasnya sangat-sangat dirahasiakan sama si ibu. Ibunya cuman pengen si Cahaya nggak kecewa waktu tau identitas si bapak yang sebenarnya. Cerita lanjutannya gimana? Tonton sendiri aja ya, takut jadi spoiler di sini.. Hehe.

Yang jelas, Teddy Soeriaatmadja berhasil menyutradarai film ini dengan sangat baik. Sepanjang nonton film, aku sama sekali nggak ngerasa bosen sama sekali. Yang ada, aku bener-bener mantengin film ini dari awal sampe selesai. Dan itu salah satunya karena pengarah kamera film ini tu si Ical Tanjung. Aku mulai suka sama karyanya Ical Tanjung sejak aku nonton film Heart. Abis itu, tiap ada film baru yang DoP-nya Ical, aku berasa harus nonton aja gitu. Hehe. Awalnya aku nggak tau kalo film Lovely Man ini DoP-nya Ical Tanjung. Begitu baca ada nama dia di poster, ekspektasiku sama film ini semakin tinggi. Dan apa yang terjadi? Mataku bener2 dimanjain sama framing-framing dia yang mantep! Hehe. Zipper tas, zipper dibuka trus nunjukin si Cahaya baca kartu pos, tangan menyusuri pembatas jalan, air keluar dari shower, dll. Love it!! :)

Oya, kalo ngomong soal kontinuitas, scene-scene yang disajikan di film ini cukup terjaga kontinuitasnya. Antara satu scene dan scene lainnya itu berasa nyambung terus, sampe pada akhirnya aku nemu kejanggalan di scene Warung Padang.. :( Padahal dari awal enak banget diliatnya.. Jadi, di scene Warung Padang itu, ada perbedaan cara megang rokoknya si Ipuy pas di-shoot dari depan dan dari belakang.. Sebenernya gak ngganggu banget sih, cuman terasa janggal aja, apalagi perpindahan shot-nya cukup sering.. Tapi walaupun ada “gangguan” itu, tetep aja nggak mengurangi “nilai” keseluruhan film.. Hehe. *ini pendapat orang sotoy lho ya! ;D*

Eh iya, ada dua quote yang kucatet dari film ini, yang kupikir cukup keren! Hehe. Dua-duanya dari dialog Bapak – Anak..

Semakin deket sama orang, semakin cepet lo sakit hati! Udahlah, kenal sama orang seadanya aja!

Apapun yang dilakukan dalam hidup bukan masalah benar atau salah, tapi masalah pilihan hidup.. *bener banget nih! Hehe*

Salah satu yang kusukai dari film ini tu adegan kekerasannya di-blur-in. Jadi penonton nggak disuguhi orang dipukul-pukulin secara gamblang.. Hoho.

Menurutku, film Lovely Man ini jadi salah satu film Indonesia yang layak tonton.. Temanya tidak biasa *tapi memang ada di sekitar kita*, penggarapannya apik, penokohannya pas, semacam paket komplit lah.. Banyak juga yang bilang kalo film ini menyentuh. Dan menurutku sih emang iya.. Gimana perasaan seorang anak yang terpisah sama bapaknya selama kurang lebih 15 tahun, pun pas akhirnya ketemu malah kondisi bapaknya jadi waria.. Buatku, nilai film Lovely Man ini 8,5 dari 10, terutama dari segi sinematografi.. :D

Gimana ending dari cerita ini? Atau penasaran sama akting Donny Damara yang kubilang total banget itu? Tonton aja filmnya mulai hari ini, tanggal 10 Mei 2012!! Kabarnya Donny Damara ngalahin Andy Lau sebagai Best Actor di Festival Film Asia Ke- lho! *info didapat dari blognya Dido*

Jadi, tunggu apa lagi..?? Luangkan waktumu buat nonton film ini ya…!! :)

 

Kaitkata: , , , , , , , , ,

[fiksi] Persis Seperti Yang Ibuku Pernah Bilang

Aku pernah berbicara suatu ketika dengan ibuku tentang pernikahan. Menurutnya, menjadi seorang pengantin adalah salah satu hari yang paling membahagiakan dalam hidup seorang perempuan. “Kamu akan terlihat saaangat cantik,” ujarnya saat itu. Dan memang benar adanya. Hari ini aku terlihat menawan dengan busana yang kukenakan.

Aku kembali mematut diri di depan cermin, memastikan penampilanku kali ini benar-benar sempurna. Seperti putri raja, mungkin. Atau, bisa jadi seanggun ratu kecantikan di atas panggung. Ah, entahlah. Yang jelas aku ingin terlihat cantik hari ini, persis seperti yang ibuku pernah bilang. Atau setidaknya, aku hanya ingin merasa cantik.

Aku melatih senyumku di depan cermin. Senyum simpul. Senyum manis. Senyum lebar. Semua sudah kucoba. Semoga fotografer yang bertugas akan menangkap senyum-senyum terindahku di pelaminan nanti.

Gaun yang kukenakan saat ini sebenarnya tak terlalu mewah, tapi entah kenapa aku merasa menjadi seorang wanita yang terlihat anggun ketika memakainya. Kebaya putih selutut dipadu dengan kain batik tulis berwarna coklat muda. Sangat simpel, tapi aku merasa istimewa.

Kudekapkan tanganku di dada, kurasakan detil bahan kebaya yang kupakai. Aku tersenyum. Sungguh cantik, persis seperti yang ibuku pernah bilang. Kuamati gaun itu dari kiri ke kanan, depan ke belakang. Kuputar perlahan badanku sambil mengamati bayanganku pada cermin besar di depanku. Punggungku telanjang, nyaris terlihat sempurna dikelilingi renda kebaya ini. Aku kembali tersenyum, membayangkan pujian tamu undangan yang hadir di pernikahanku nanti.

Pandanganku kembali tertuju pada cermin. Kudekatkan wajahku ke cermin itu, melihat-lihat kembali make up yang kupakai. “Cantik,” gumamku pendek. Kuraba pipiku. Terlihat sangat mulus. Bibirku yang merah terlihat mencolok tanpa kesan norak. Aku suka.

Tiba-tiba pintu kamarku diketuk. Ya, ini saatnya. Kembali kurapikan gaun itu, sambil terus tersenyum. Aku terlihat sangat cantik, persis seperti yang ibuku pernah bilang. Aku menoleh ke pintu, ternyata ia ada di sana, ibuku. Aku tersenyum kepadanya. Perlahan ia berjalan ke arah ranjang, kemudian duduk di atasnya.

“Seandainya ibu tahu yang sebenarnya, Nak,” ujarnya lirih.

Aku menggeleng, sambil berjalan menghampirinya.

“Seandainya ibu tahu siapa calon suamimu sesungguhnya”. Kali ini ia terisak.

Ingin rasanya aku memeluknya untuk memastikan bahwa semua baik-baik saja. Aku berusaha mengusap air mata yang perlahan mulai menetes, tapi nihil. Air mata ibu semu bagiku, begitu pun hadirnya. Sekuat tenaga aku berusaha merengkuhnya, tetap nihil. Yang kulihat hanya sosok ibuku yang semakin terisak sambil memeluk kebayaku erat-erat.

“Ibu, lihat aku! Aku terlihat sangat cantik, persis seperti yang ibu pernah bilang!” teriakku. Aku tak kuasa lagi menahan air mata yang terbendung. “Ibu, lihat aku! Lihat aku!”

Aku berusaha mengguncang tubuh ibuku, tapi ia bergeming. Isaknya semakin menjadi.

Tiba-tiba kakakku masuk, menghambur memeluk ibuku. Ia tampak berusaha menahan tangis.

“Istighar, Bu! Istighfar!” kata kakakku sambil mempererat pelukannya ke ibuku yang masih saja terisak. “Istighfar, Bu. Ikhlaskan Mala. Relakan kepergiannya”.

Aku terhenyak. Tatapan mataku kosong.

“Relakan Mala, Bu. Dia sudah tenang di sisi-Nya,” kata kakakku lirih sambil terus memeluk ibu. “Ibu tabah ya”.

Aku melangkah mundur perlahan. Peristiwa yang kualami semalam ternyata bukan mimpi buruk. Perkosaan brutal yang dilakukan calon suamiku semalam bukanlah mimpi buruk. Semua adalah nyata, termasuk rasa sakit yang kurasakan. Tak tega melihat tangis ibu dan kakakku yang semakin hebat, aku berjalan menjauh dari mereka.

“Ibu, Tuhan telah menjawab doaku. Kini aku merasa sangat cantik, persis seperti yang ibu pernah bilang. Terima kasih untuk mimpi indah tentang pernikahan yang selalu ibu ceritakan padaku. Semoga Tuhan segera menggantikan kebahagian ibu yang terenggut hari ini.”

 

[Review] Sanubari Jakarta

Sanubari Jakarta

Gambar diambil dari: http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/133352660813700_300x430.jpg

Yak, setelah ketunda hampir seminggu, akhirnya aku nonton film ini.. Jujur, dari awal aku punya keinginan buat nonton film ini, aku sama sekali nggak tau film ini bercerita tentang apa.. Jadi, dari awal ya aku taunya film Sanubari Jakarta ini cuman film omnibus.. Aku gak baca sinopsisnya, aku gak baca reviewnya, dan aku pun juga gak liat trailernya..

Beberapa menit sebelum nonton, pas lagi di Trans Jakarta tuh, ada temen yang bilang kalo film Sanubari Jakarta ini bercerita tentang banyak orientasi seksual.. Oke lah, nggak masalah, yang penting emang dari awal *bahkan sebelum tau ceritanya tentang apa* aku pengen nonton film ini.

Dan bener deh, waktu udah masuk dan nonton filmnya, ternyata emang bener, filmnya tentang LGBT. Jadi, kalo disimpulkan, ada 10 cerita dengan tokoh dan sutradara yang berbeda-beda pula.. Dan kesepuluh cerita itu berkaitan dengan “dunia” LGBT, kaya seorang gay yang berkepribadian ganda, seorang bapak2 yang terpaksa menjadi waria demi menghidupi keluarganya di kampung, seorang wanita yang ternyata dulunya seorang bocah laki-laki, seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta dengan guru TK anaknya yang juga perempuan, sepasang gay yang mencoba untuk menutupi “identitas” mereka, dll. Kubilang sih ceritanya cukup menarik, atau bahkan mungkin bisa dibilang sangat menarik..

Satu hal yang sempet jadi pertanyaan setelah aku nonton film ini adalah, kenapa judulnya Sanubari Jakarta. Abis ngobrol ama temen2, menurut pendapat dia sih kenapa judulnya Sanubari Jakarta, karena memang itulah yang terjadi di Jakarta.. Salah satu hal yang mungkin “disembunyikan”, karena mungkin masih banyak yang berfikir bahwa menjadi seorang L/G/B/T masih belum diterima masyarakat. Kalo kupikir2, ada benernya juga itu film dikasih judul Sanubari Jakarta dengan alasan yang dibilang temenku itu tadi.. Well, maklum, secara aku emang lemah dalam penjudulan tiap kali aku nulis cerita.. XD

Hmm, sebenernya aku bingung sih mau ngreview gimana tentang film ini, soalnya kan ada 10 cerita tuh.. Menurutku sih hampir semua ceritanya menarik, baik dari segi cerita maupun visualisasinya.. Kalo boleh milih, aku paling suka cerita pertama tentang seorang cowok berkepribadian ganda, seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta sama guru TK anaknya, dan film bisu tentang pekerja pabrik. Dan kalo boleh nyebut, cerita yang gak terlalu aku suka tu yang tentang Srikandi dan cerita monolog. Tentunya aku punya alasan dong kenapa suka dan nggak suka. Mau tau..?? Lanjut baca yuk! XD

Cerita pertama yang aku suka itu tentang cowok berkepribadian ganda.. Jadi, ada sepasang, entah pasangan gay entah sahabatan, salah satunya punya dua kepribadian. Taruhlah, si A dan si B.. Nah, si B ini, dia punya dua kepribadian. Visualisasi dari dua kepribadian ini tu bener2 dibikin smoooth banget.. Scene-nya dibikin kalo si A bareng si B dalam “kondisi” cowok, si A biasa2 aja.. Giliran si A bareng sama si B dalam “kondisi” cewek, si A bener2 ngerasa enjoy banget.. Trus ada scene di ruang tertutup yang nunjukin si B cewek dengan background merah yang suka main musik dan masak, dan si B cowok yang cuman suka nonton film. Dua scene ini bener2 dibikin sangat kontras.. Dan mungkin buat penonton “awam” akan merasa bahwa si B cowok dan si B cewek ini orang yang berbeda. Bener2 paket komplit cerita yang pertama ini.. Udah ceritanya keren, framingnya juga mantap, plus coloring dari cerita ini enak banget diliat, ala-ala lomo gitu.. Hehe.

Ada juga film bisu yang nyeritain tentang pekerja pabrik yang suka sama rekan kerjanya, yang juga sama-sama cowok.. Film ini emang sengaja dibikin item putih dan tanpa dialog.. Ceritanya berawal dari si C yang papasan sama si D di pabrik. Trus si C tiba2 ngerasa “terpesona”.. Nah, waktu si C pulang, tiba2 liat si D lagi nunggu angkot di lampu merah.. Disamperin deh si D ama si C, trus ditawarin tebengan.. Eh, trus mereka akhirnya jadian, tinggal bareng serumah deh.. Berasa idup mereka tu bahagiaaa banget.. Sampe pada akhirnya si C nunggu di traffic light lagi, sendiri.. Dan ternyata itu tadi semua cuman khayalan sambil nunggu lampu merah berubah jadi ijo.. Hohoho..

Trus kenapa aku gak gitu suka cerita yang Srikandi dan cerita monolog? Pertama, kalau yang cerita Srikandi itu, kesannya jadi berasa “biasa” dibandingkan cerita-cerita lainnya. Aku gak bilang cerita Srikandi ini jelek lho, tapi kesannya jadi berasa timpang dibandingkan cerita lainnya. Trus kedua, kenapa aku gak suka yang cerita monolog? Sebenernya lebih karena aku gak gitu ngerti apa yang diceritain. Menurut temenku sih itu tentang transgender juga yang sebenernya dia sedang berbicara dengan dirinya sendiri.. Sekali lagi, aku gak gitu suka dengan kedua cerita ini bukan karena apa-apa, tapi karena cerita-cerita lainnya lebih terasa “menohok” buatku. Hehe.

Overall, kesepuluh cerita yang ada di Sanubari Jakarta ini menarik buat ditonton.. Dari yang serius, mikir, sampe yang kocak juga ada.. Kalau dikasih nilai, tiap ceritanya beda-beda sih, tapi rata-rata 7,5 lah, soalnya ada yang bagus banget, tapi ada yang biasa-biasa aja.. Hehe.

Kalo mau tau cerita apa aja yang disajikan di film Sanubari Jakarta ini, kamu bisa baca di sini..

Penasaran gimana film omnibus tentang drama LGBT ini? Buruan tonton di bioskop2 terdekat..!! Keburu ilang dari peredaran lho.. Hehehe.


PS:

Waktu nonton film ini tu berasa nonton sekumpulan film fiksimini dijadiin satu dan diputer di bioskop.. XD *termasuk dengan twisted ending di beberapa cerita* Hohoho..

 

Kaitkata: , , , , , , , , , , , ,

Kopaja, Oh Kopaja..

Well, beberapa hari ini aku emang lagi sering naik Kopaja buat ke kantor, secara ndak tau kenapa akhir2 ini sering aja gitu bangunnya mepet.. Hehe. Padahal dulunya jaman awal2 kerja tu bisa bangun lebih awal, jadinya waktu untuk persiapan plus jalan ke kantor tu masih banyak.. ;D

Dan, beginilah penampakan bis itu.. Hehe.

Kopaja

Gambar diambil dari: http://catrabumi.blogspot.com/2009/11/kami-dan-kopaja.html

Jadi biasanya kalo dari kos2an, aku tinggal keluar gang, trus nunggu di jalan yang super duper macet itu.. XD Yah, kalo jam berangkat dan pulang kantor emang jalan raya di daerah kos2an ku macet banget.. Mungkin bisa dibilang jalanan itu jadi cobaan buat penggunanya.. Nggak mobil, motor, bis, bahkan busway.. Hehe.

Sebenernya hari ini tu aku pengennya jalan lagi ke kantor, tapi apalah daya, bangunnya kembali mepet.. Alhasil dari rumah aku udah pake kemeja dan celana kerja *walau pake sandal jepit juga*.. ;D

Dan, apa yang terjadi sodara-sodara? Berhubung hari ini kan Senin ya, hari pertama orang2 pada kerja setelah libur satu atau dua hari, mungkin pada agak kesiangan juga kali ya.. Jadi jam setengah 8 aku keluar dari kos, jalanan tu macetnya minta ampun.. Tapi tetep, mau nggak mau aku harus naik bis biar sampe kantor tinggal ngadem bentar, trus pake sepatu, udah siap deh buat kerja.. Hehe. Nah, waktu aku naik, ternyata bisnya udah penuh, dan akhirnya aku dapet tempat di depan pintu. Udah di tangga paling bawah tuh..

Belum ada lima menit jalan, tiba2 ada calon penumpang lain mau naik.. Di dalem bis yang udah penuh sesak gitu, kami2 yang di tangga masih harus naik lagi.. Dan yang terjadi, bis udah berasa kaya tempat sauna.. Hahahaa. Well, karena emang udah diniatin naik bis, ya ndak boleh ngeluh.. Emang kaya gitu kondisinya.. Hehe. Tapi ni ya, yang agak toeng tu waktu lagi2 si kondektur maksain buat nambah penumpang terus.. Aku yang tadinya di depan pintu, bisa diselipin aja gitu di deket tempat duduk depan pintu.. Tentunya dengan kondisi yang seadanya, berdiri cuman bertumpu satu kaki, dan siap2 berasa mau jatuh kalo bisnya lagi ngerem.. ;D

Yah, begitulah Jakarta.. Macet udah jadi sarapan sehari-hari orang sini. Mau nggak mau emang kaya gitu kondisinya.. Dibawa enjoy aja.. Lha kalo dibawa ngeluh malah capek to jadinya? Hehe.

Mungkin emang bener kata orang, idup di Jakarta tu berasa bakalan tua di jalan.. Yah, itu kalo emang dibawa stress.. Kalo dibawa enjoy kayaknya ya bakalan baik-baik aja kok.. *sok wise* ;D

Jadi, kapan transportasi umum di Jakarta bisa dibilang layak? Kita tunggu saja.. Hohoho..

 

Kaitkata: , , , , , ,

Negeri 5 Menara!

Gambar diambil dari: http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/132884792246896_300x430.jpg

Demi bisa nonton Sampai Ujung Dunia, maka mau nggak mau aku harus ngelarin review Negeri 5 Menara, hari ini juga. Hehe.

Sebenernya aku udah lama pengen nonton film ini, bahkan sejak film ini belum dirilis. Alasannya satu, kata banyak orang sih bukunya bagus, dan sampe review ini kubuat, aku belum baca buku karya Ahmad Fuadi ini, sama sekali. Hehehe. Kalau mau baca sinopsisnya, mampir ke sini aja ya.. Aku cuman mau bahas opiniku tentang film ini.. ;D

Well, lagi-lagi karena alasan kerjaan, aku telat dateng ke bioskop sampe sekitar 10 menitan.. T.T Dan yang pertama menarik perhatianku adalah latar musiknya. Kubilang sih oke, asyik didengernya. Nggak terlalu berat, tapi masuk ke scene-scenenya. Hehe. Di akhir film aku baru tau kalo Sound Designer-nya Khikmawan Santosa dan Music Scoring-nya dibikin sama Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Ramondo Gascaro. Aku nggak terlalu familiar dengan nama-nama itu sih, tapi karya mereka TOP BGT!

Daaaan, seperti biasa, aku selalu tertarik untuk mengamati kualitas gambar dan cara framing scene-scene di hampir setiap film-film Indonesia. Begitu juga dengan film Negeri 5 Menara ini. Beberapa menit aku nonton film ini, aku langsung penasaran sama DoP-nya. Aku suka sama framing scene-scene di film ini. Gambarnya pun juga cerah. Salah satu scene yang aku suka adalah pas scene tangan David Chalik ngelap gunting di asrama pesantren. Cool! Pas udah kelar filmnya, aku baru tau kalo DoP-nya Roy Rolang. Dan entah akunya yang gak gitu “gaul” atau gimana, nama ini *sekali lagi* gak terlalu familiar di telingaku, tapi aku suka ama framing2 dia di film ini.

Oya, masih soal teknis kamera, film Negeri 5 Menara ini banyak memakai teknik panning. Dan salah satu yang aku suka adalah scene yang tadinya cuman berisi satu guru di depan kelas, tiba-tiba kamera bergerak dan menunjukkan seisi aula *yang ternyata luas*. Dan emang sih, semakin ke sini, semakin terperangah *halah* sama scene-scene yang dikasih. Well, ini karena aku suka framing yang gak terlalu biasa sih. Hehe.

Eh, eh, Donny Alamsyah kan biasanya main di film action kan ya.. Nah, tiba-tiba liat dia jadi ustadz di film Negeri 5 Menara ini kok agak gimana gitu.. Berasa beda..

Oya, ada satu quote yang aku suka dari film ini *yang juga jadi benang merahnya*.

Ingat, bukan yang paling tajam, tapi yang paling bersungguh-sungguh. Man Jadda, Wa Jadda.. Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil.

Dan, scene ini bener-bener bikin merinding! Pas Ustadz Salman dan murid-murid bilang “Man Jadda, Wa Jadda” berulang-ulang. Dari yang satu dua orang aja yang ngomong, pelan-pelan semakin banyak murid yang ngomong “slogan” ini. Ditambah lagi latar musik yang awalnya pelan, lama-lama makin keras, dan situasinya juga naik.. KEREN!

Oya, ada beberapa quote lagi yang aku suka dari film ini:

Orang besar itu adalah mereka yang lulus dan keluar dari pesantren ini dan kemudian dengan ikhlas mengajarkan ilmunya sampai ke pelosok desa.

Kamu bs merubah dunia dg kata2. *Ini menohok! Secara aku yang sebenernya suka nulis, tapi ndak terlalu memanfaatkan itu. Huhu*

Film ini berdurasi sekitar dua jam lebih, tapi sama sekali nggak pengen terlewat sedikit pun. Bahkan kemaren, waktu aku nonton, sempet ngerasa kebelet pipis, tapi bener-bener kutahan demi nggak mau kelewat satu scene-pun dari film ini. Hehe.

Hmm, kayaknya aku emang bener2 suka sama DoP-nya.. Ada satu scene yang juga aku suka, pas Alif, Sarah, ama anaknya ustadz lagi di taman.. Kamera ngambil dari kejauhan, trus di depan kamera ada bunga-bunga gitu, dan bunga-bunga itu dibikin blur. Hasilnya? Luar biasa! Bunga-bunga yang sengaja di-blur-in itu jadi kaya semacam foreground dari scene itu. Jadi kaya ada frame gitu di scene ini. Hoho.

Dan memang, film Negeri 5 Menara ini bener-bener tepat memasangkan Roy Rolang (sebagai DoP) dengan Sound Designer plus Music Scoring-nya. Hasil perpaduan karya mereka bener-bener jenius! Ada satu scene yang antara gambar dan musiknya tu nge-blend dan keren banget, pas adegan Alif dkk ngangkut es kering pake becak di tengah sawah. It’s superb! Two thumbs up for them! Hehe.

Overall, aku berani ngasih nilai 8,5 dari 10 untuk film ini. Ada sih beberapa kekurangan di film ini *terutama di bagian ending yang terkesan agak maksa*, tapi secara keseluruhan film ini sangat layak ditonton!! :)

Good job!! :)

Bravo film Indonesia!! ;D

 
1 Comment

Posted by pada Maret 17, 2012 in entertainment, sebuah pembelajaran...

 

Kaitkata: , , , , , , , , , , ,

Sedikit opini tentang film DILEMA!

Gambar diambil dari: http://bicarafilm.com/images/medium/2811-tonton-film-ini.jpg

Gambar diambil dari: http://bicarafilm.com/images/medium/2811-tonton-film-ini.jpg

Baiklah, setelah tujuh hari ketunda gara2 kesibukan kerja yang membuatku harus bertahan di kantor sampai jam 19.30 – 21.00 setiap harinya *kok malah curhat??*, akhirnya mau gak mau hari ini aku mengharuskan diri untuk membuat review film Dilema yang udah kutonton beberapa hari yang lalu..

Well, sebenernya emang dari awal aku liat ada film Dilema ini, aku emang bener2 berniat untuk nonton film ini. Satu, karena aku emang udah lama ndak nonton film Indonesia; dua, karena tiba2 aku teracuni buat bikin review film yang dulu suka aku lakukan kalo abis nonton film Indonesia. *thanks to @Josep_Xavier & @asliga yang udah bikin aku begini* XD

Dan, jadilah, kemaren Senin sepulang kantor aku langsung buru2 ngejar waktu buat ke Hollywood XXI buat nonton film Dilema. Agak telat sekitar 5 menit sih, tapi tak apa lah. Hehe..

Oke, film dibuka dengan adegan demo organisasi yang mengatasnamakan agama, trus akhirnya terjadi konflik. Cukup berani untuk satu film yang langsung mengetengahkan konflik di awal cerita. Biasanya sih intro berjalan dengan teratur, karena emang kadang kalo naruh konflik di awal menurutku agak rawan sih.. Ya kalo berhasil dan langsung ngena ke cerita, kalo enggak? Tapi sejauh beberapa menit aku nonton kemaren, konflik di awal udah bikin aku ngeh ke filmnya.

Satu hal “utama” yang selalu kulihat dari film Indonesia *juga film2 lainnya sih benernya* adalah kualitas gambar dan sinematografinya. Buatku, film Dilema ini gambar dan framingnya lumayan enak dilihat. Gambarnya sih beda sama gambar di beberapa film baru lainnya yang bener2 cerah dan bening, kaya di film Arisan. Gambar di film Dilema ini lebih berasa ala-ala Lomo, tapi justru mungkin itu yang emang sengaja diangkat sama sinematografernya untuk lebih menonjolkan cerita dari film ini.

Sambil berjalannya film, aku baru ngeh kalo ternyata film ini tu “bertabur” bintang.. Gak main2, ada Jajang C. Noer, Tio Pakusodewo, Ario Bayu, Wulan Guritno, Ray Sahetapy, Slamet Rahardjo, Lukman Sardi, Pevita Pearce, Roy Marten, Baim Wong, DJ Winky, dll. Cukup berani untuk menggandeng banyak artis papan atas itu untuk bermain dalam satu film. Mungkin konsepnya sih semacam New Year’s Eve, Valentine’s Day, atau LOVE, tapi dengan cerita yang berbeda.

Jadi film ini tu mengisahkan tentang beberapa karakter yang mempunyai masalah masing2, terkait dengan kehidupan mereka di Jakarta. Ada pejudi berat, polisi yang mencoba untuk bertahan dengan idealisme dan permainan “bersih”-nya tapi disandingkan dengan polisi yang suka main kotor, ada jg perempuan yang sering dikecewain laki-laki sampai akhirnya memutuskan untuk jadi lesbian, seorang abg yang udah pernah lepas dari jeratan narkoba tapi akhirnya terjerumus lagi karena gak dapet kasih sayang orang tua, dll. Buat aku sih penyunting film ini terbilang berhasil menyatukan banyak cerita itu ke dalam satu film utuh. Nggak kerasa ada cerita yang kepotong2. Well, kalaupun ada, itu nggak terlalu mengganggu. Dan sepanjang film, aku nggak ngeliat adanya bloopers yang mencolok, kaya di film Pupus.

Meskipun sebenernya cerita film ini kuat, dan visualisasi dari DoP-nya udah ngena, tapi sayangnya ada beberapa *mungkin malah banyak* bagian yang terasa kurang kuat atau kurang terasa dramatis. Seakan-akan hanya lewat gitu aja. Kaya contohnya waktu si Rima (Wulan Guritno) yang tiba2 khilaf nyium Dian (Pevita Pearce), harusnya adegan “roman” yang pada akhirnya membuat Rima nyium Dian tu lebih didramatisir. Dan lagi, setelah Rima nyadar bahwa dia khilaf, “penyesalan” yang dilakukan terasa hambar, kaya berasa sebatas membaca naskah. Lain lagi waktu organisasi berbasis agama membubarkan tontonan Dangdut Dorong (DangDor). Hampir sama sekali nggak kerasa adanya konflik di sini. Satu, karena orangnya kurang banyak, sehingga kericuhannya kurang kerasa; dua, karena pemain di scene ini kurang total. Seandainya scene ini lebih diperkuat, pasti akan ngena ke penonton. Mungkin ini salah satu kekurangan dari film Dilema ini, kurangnya dramatisasi dari scene2 tertentu. Emang penata musik, sutradara, sama DoP harus bener2 bekerja sama buat bisa bikin apa yang pengen disampaikan ke penonton bener2 bisa ngena. Btw, sotoy banget yak opiniku? Hehehe.

Oya, sepanjang film aku nyatet beberapa quote dari film ini. Beberapa sih menurutku bagus..

Tuhan gak perlu dibela! Tidak seperti umat-Nya yang selalu haus akan kekuasaan!  ~ *Scene konflik antara Ibnu (Baim Wong) dengan Said (DJ Winky)*.

Mencari surga tidak harus dengan kekerasan. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. ~ *Scene Ibnu (Baim Wong) di-”ceramahi” ustadz*.

Kalau mau menang 150 juta, bakalan rugi LEBIH dari itu! ~ *Scene Sigit (Slamet Rahardjo) pas mau minjem uang ke Lukman Sardi*.

Btw, ada yang tau gak ya pengambilan gambar pas Pevita Pearce mencoba bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya di laut itu di pantai mana? Itu pantainya keren banget! Meskipun suasana scene itu sendu, tapi birunya laut dan langitnya bener2 bikin amazed! Hehehe.

Hmm, apa lagi yak yang mau dibahas dari film ini? Keseluruhan sih oke menurutku.. Cuman ya itu tadi, akan sangat jauh lebih kece kalo dramatisasi dari scene2 yang dari segi cerita udah kuat perlu ditambah lagi.. Sayang banget kalo ceritanya udah kuat tapi aplikasi ke film jadinya agak lemah. Hehee.

Oya, satu lagi..!! Baru tau kalo DoP film ini tu Yudi Datau, yang aku kenal emang framing gambarnya asyik! Pantesan sepanjang film aku berasa “kenal” dengan gaya framing ini. Bukannya sok tau sih, tapi tiap kali nonton film, kalo framing dan sinematografinya bisa kubilang bagus, pasti aku nunggu credit title-nya untuk tau siapa DoP-nya. Dan memang, Yudi Datau ini salah satu DoP favoritku. Hehehe.

Well, ini sih opini pribadiku tentang film Dilema ini. Ada yang setuju atau tidak, itu masalah biasa. Yang penting, kita harus sama2 mendukung film Indonesia untuk bisa lebih maju dan jadi tuan rumah di negri sendiri.. :)

See ya on the next review..!! Hihi. .

 

Kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Mari Memasaaaaaakkk…!! XD

Ayeeee, akhirnya setelah sebulan lebih aku di Jakarta, mulai semalem aku bisa masak sendiri lagi..!! XD Secara selama ini kalo pas masuk ke supermarket pasti selalu ngiler kalo lewat bagian bahan-bahan mentah.. Berasa mo ambil banyak barang, trus dimasak, padahal di kos ndak ada kompor.. Hiks.

Akhirnya setelah tanya sana-sini, browsing sana-sini, aku memutuskan buat beli Magic Com Miyako yang kecil.. Awalnya sih aku ndak percaya kalo ini alat rumah tangga bisa buat masak.. Hehhee. Setelah cari infonya via internet, baru semalem aku memantapkan diri buat beli alat ini. Aku beli di Carrefour, harganya Rp 179Rb, tapi didiskon jadi Rp 139Rb. Ini nih penampakannya..

Aku sempet bingung waktu di Carrefour, mau beli merk apa. Kutanya-tanya ke Mbak yang jaga, katanya emang barang ini banyak yang ambil. Satu hal yang langsung kutanyain sama Mbaknya adalah: “Mbak, ini bisa buat masak juga kan?”. Dan begitu si Mbak bilang “Iya”, aku langsung ambil ini barang, gak pake pikir2 lagi.. Abis itu, mulai deh aku kalap belanja keperluan2 lainnya. Pisau, sabun+spons buat cuci piring, telur, beras, dll. Begitu sampe kos, aku langsung cuci dalemannya Magic Com ini, trus langsung coba menanak nasi.. Setelah 20an menit, akhirnya jadi juga nasi pertama yg kubikin pake Magic Com ini..!! XD

Abis nasinya jadi, aku langsung tidur dah. Udah lega kan tuh.. Paginya, aku rencananya sih bisa bangun lebih awal biar bisa masak dulu. Eh, lha kok tetep agak kesiangan.. Untung hari Sabtu, jadi agak santai ke kantornya, soalnya jalanan juga sepi. Hehee.

Nah, langsung dah tuh, kupindah nasi yang ada di dalem Magic Com, trus kucuci bentar, trus kukeringin.. Abis itu, mulai deh aku bereksperimen masak pake alat ini. Berhubung belum banyak bahan makanan yang kubeli, menu sarapan tadi kubikin telor ceplok. Awalnya sih kupanasin minyak di dalem Magic Com dengan cara menekan tombol Cook-nya sambil kututup lid dari Magic Com ini. Nah, kan aku ndak tau tuh udah panas belom minyaknya, akhirnya kubuka. Eh, lha kok pas dibuka tiba2 dia langsung berubah mode jadi Warm. Ternyata emang otomatis gitu. Akhirnya, setelah beberapa kali coba, aku baru nemuin cara biar tetep selalu di mode Cook. Gimana caranya? Dengan tisu, aku teken wadahnya ke bawah, nah itu langsung bisa ke mode Cook lagi. Baru deh, aku masukin telor di situ. Tinggal kukasih garam, trus ditunggu sampai matang. Tanpa lupa dibalik sih. Dan hasilnya..?? Warnanya lebih bagus dan napsuin daripada digoreng pake kompor! Hehehe. Nah, trus kalo yang kecoklatan di wadah plastik itu, kusiapin buat bekal makan siang. Itu telor juga, cuman di-scramble plus dikasih kecap. Karamelisasi kecapnya bikin nagih lho! Hahahahaayy.. Kalau mau liat hasil masakan pertama, ini nih fotonya ada di bawah. Hehe.

Buat anak kos yang ndak punya kompor, wajib coba nih! Recommended banget!! Hehehee.

Selamat mencobaaaaa.. XD

 

Kaitkata: , , , , , , , , , ,

I MISS YOU LIKE CRAZY…!!!!

Hehehee, tenang, tenang.. Judul di atas bukan buat seseorang kok, tapi ditujukan kepada makanan-makanan yang ada di Jogja.. Entah kenapa tiba-tiba pagi ini aku kangen banget sama makanan-makanan Jogja yang dulu setiap hari bisa dinikmati, tinggal pilih mau makan di mana..

Dan pagi ini tiba-tiba kebayang Jamur Goreng+Telor Dadar+Sambel Terasi Segar/Sambe Bawang (SS), Bawal Bakar+Sambel Bawang (Xtra Hot), Bakso Mandala yang segede gaban itu, Tempe Mendoan-nya Pondok Cabe, Lotek Sagan, Ayam Geprek Bu Rum, Warung Manyoel depan Fakultas Kehutanan UGM, Hollywood depan Kopma UGM, Gudeg basah deket rumah, Bakso di daerah Ngampilan.. Arrrrgghhhhh.. *perut krucuk-krucuk*

Di sini, cari makanan pedes2 begituan agak susah.. Lha kemaren beli tahu tempe di penyetan sini masa gak boleh coba?? Hehe. Harus pake ayam, bebek, atau lele katanya. Hiks. Padahal sambelnya sih lumayan enak, tapi kok sombong gitu yak..?? Eh yasudahlah, besok2 jg pasti bisa makan makanan Jogja lagi.. Hehehehe.

Dan, karena kangen sama makanan2 Jogja begini, catering SEKAR yang biasanya terasa endhes, hari ini dengan menu Cah Oyong, Rendang Ayam, sama Martabak Tahu kok kesannya agak kurang menggugah selera.. Hehehe. Jelek banget yak..? Masa gara2 begitu jadi begini..?? *halah*

Eng, anu.. Udah jam segini tapi kok cateringnya belom dateng yak..? *ngunyah pensil*

 

Fetish..??

Hari ini aku ngalamin kejadian yang cukup aneh bagi nalarku.. Jadi gini, tadi sore tu tiba2 aku dipanggil sama seseorang yang nyewa ruangan di kantorku untuk dateng ke ruangannya. Awalnya sih dia bilang cuman mau foto, entah untuk apa.. Karena emang gak ada feeling apa2, aku manut aja, toh juga kebetulan kerjaanku lagi gak banyak. Ya udah, aku masuk lah ke ruangannya.. Abis foto, bukannya langsung ngeluarin aku dari ruangannya, malah nyegat aku di depan pintu dan nutup pintu.. Dan kau tau apa yang dia minta setelah pintu bener2 ketutup? Dia minta aku nglepas kaos kakiku buat dikasih ke dia.. Dang!! Dari ini aja aku udah ngerasa gak enak.. Well, kalo dinalar pake akal sehat ya, mana ada sih orang yang mau megang kaos kaki orang lain? Lha bapak ini? Dia bukan cuman mau megang, tapi minta kaos kaki aku..

Sumpah, dari situ aja aku udah ngerasa takut.. Tapi entah kenapa aku nggak bisa dengan tegas menolak untuk memberikan kaos kakiku ke dia. Apa karena kultur Jawa yang masih kuat banget nempel di aku? Dan kok ya aku mau aja gitu duduk lagi dan pada akhirnya nerima kaos kaki pemberian darinya setelah sekian lama dia maksa aku buat ngasih dia kaos kakiku. Huhuhu. Tapi untung waktu aku pake kaos kaki dari dia, ternyata ketebelan, jadinya sepatuku terasa lebih sempit.. Dan abis itu aku langsung lepas kaos kaki itu dan segera pake kaos kakiku sendiri.. Abis itu aku pamit buat balik ke mejaku..

Dan jujur aja, kejadian tadi itu bener2 bikin aku parno.. Huhuhu.. Bukan kenapa2 sih, cuman sama sekali gak pernah kepikiran aja bakal ada kejadian seperti ini.. Well, semoga ke depannya tu orang gak macem2 bin neko2 lagi deh.. Huff..

 
4 Comments

Posted by pada Januari 19, 2012 in Jakarta Oh Jakarta.., such a simple life

 

Mari Ngopi!!

Gambar diambil dari http://www.kopiluwakindonesia.com/wp-content/uploads/2011/10/manfaat-minum-kopi1.jpg

Woohoo, akhirnya aku bisa juga ngopi! Secara selama ini, sekalinya minum kopi *bahkan cuman ngemut permen Kopiko*, pasti maagnya langsung kambuh. Hoho. Sekarang bukan berarti maagnya udah sembuh sih, tapi mungkin ada triknya aja waktu minum kopi, jadi ndak gitu nyerang ke lambung.. ;D

Jadi ya, selama aku kerja di Jakarta ini kan otomatis ndak bisa sering2 tidur larut malam soalnya besok paginya udah harus bangun buat siap2 ke kantor. Nah, kadang kan namanya anak muda ya, suka bandel begadang, dan akhirnya jam tidur cuman bentar. Jadilah, di kantor berasa ngantuk mulu, apalagi ditambah dengan AC yang berhembus sepoi2. Tinggal siapin bantal ama guling, udah deh, bakalan terlelap tuh. Hehehe. Nah, buat menghindari kengantukan yang terkadang datang tak diundang, aku pun maksain diri buat minum kopi. Awal-awalnya sih hampir selalu minum obat maag dulu sebelum minum kopi. Kalo sekarang sih udah lumayan kebiasa kali ya, atau karena aku pake trik analogi asal-asalan..? ;D

Jadi gini, buat para penderita maag, mungkin kadang kopi bisa jadi musuh yang cukup menyebalkan, karena ada senyawa di dalam kopi yang bersifat asam. Nah, senyawa inilah yang memicu meningkatnya produksi asam lambung. Kalo buat penderita maag yang gak gitu kuat, dia bakalan gampang banget kambuh maagnya setelah minum kopi, kaya aku ini. Hehehe. Awalnya kupikir kopi itu bakalan “nendang” kalo dikonsumsi dalam bentuk kopi hitam alias tanpa gula dan krimer. Karena aku orangnya gak terlalu berani buat ambil resiko tiba2 maag kambuh selama jam kerja, makanya aku kasih krimer banyak2 di kopi yang kubuat. Biasanya sih takarannya 3,5 sendok teh gula ditambah 3,5 sendok teh krimer. Kenapa 3,5 sendok teh? Karena kalo dikalikan 2 jadi angka 7..!! *gak penting sih. hahaha*

Nah, ternyataaaaa, trikku berhasil! Selama di kantor ini, ketika aku ngantuk, trus minum kopi dengan resep kaya gitu tadi, ngantuknya langsung ilang! Hohoho. Ya secara aku bukan di back office-nya, jadi harus tetep selalu keliatan seger dan gak lemes..! Dan yang paling penting, dengan resep itu tadi, maagku gak kambuh! Analoginya sih gini, berhubung kopi itu *setauku* bersifat asam, makanya coba dinetralin dengan krimer yang bersifat basa, seperti halnya susu. Eng, ini analogi asal-asalanku lho! Hehehe.

Jadi, temans, mungkin ini bisa jadi tips sederhana ketika ngantuk menyerang di kantor.. ;D

Selamat mencobaaaaa.. :)

 

Kaitkata: , , , , , , , ,

Jakarta, Oh, Jakarta…

Setelah kemaren aku nemu mbak-mbak baik hati yang rela berhenti dan turun dari motor untuk “sekedar” menolong sepasang tuna netra tua yang bisa aja kecebur got kalo si mbak-mbak itu nggak nolongin, hari ini aku nemu kejadian yang sedikit berbeda. Cukup mengejutkan sih lebih tepatnya.

Jadi begini, Teman.. Tadi waktu aku jalan kaki dari kos menuju kantor, tiba-tiba aku liat ada anak kecil, cowok, mlorotin celananya begitu aja di depan mbak-mbak yang lagi jalan di depannya. Anak itu goyang-goyangin pantatnya sambil ketawa-ketawa, sepertinya dapet kepuasan tersendiri. Memang bagian pantatnya aja sih yang ditunjukin, tapi tetep aja ngagetin buat aku. Ini kah bentuk ekshibisionis yang keluar TERLALU DINI?? Anak itu kira-kira masih berumur enam atau tujuh tahun. Kecil-kecil aja gitu, gimana gedenya nanti yak? *elus dada*

 

Kaitkata: , , , , ,

Masih Ada Orang Baik di Jakarta!

Hey, kalo pada bilang Jakarta kejam, aku tadi pagi nemu kejadian yang cukup bikin aku trenyuh. Jadi ya, waktu aku jalan kaki berangkat dari kos ke kantor tadi pagi, dari kejauhan aku liat ada sepasang tuna netra tua yang sedang menyeberang jalan. Nah, begitu sampai ke trotoar, pasangan tunanetra itu tetep jalan lurus, sedangkan di depannya ada selokan yang cukup dalam. Dari kejauhan pula, kulihat ada mbak-mbak bermotor Mio Putih berhenti bela-belain berhenti dan turun dari motor untuk mencegah pasangan tuna netra itu kecebur selokan. Bahkan, mbak-mbak itu menuntun mereka untuk jalan di jalur yang benar. Sungguh mulia niat mbak-mbak itu. Ketika orang-orang lain pada berkejaran dengan waktu untuk segera sampai di kantor, mbak-mbak itu dengan niatan yang ikhlas mau berhenti untuk sekedar mengingatkan dan menolong pasangan tuna netra tersebut biar nggak kecebur selokan.. :)

Masih ada orang baik kok di Jakarta..!! :)

 

 

Kaitkata: , , , , , , , , , , , ,

Kisah Bodoh di Plaza Semanggi

diambil dari www.kabarbisnis.com

diambil dari www.kabarbisnis.com

Well, ini adalah sebuah kisah bodoh yang baru saja terjadi semalem. Mungkin bisa dibilang kejadian bodoh dan cukup memalukan, setidaknya bagiku.

Jadi gini, semalem kan aku baru pertama kalinya ke Plaza Semanggi. Nah, berhubung cuman sendirian ya, aku lumayan bingung sih waktu masuk ke sana pertama kali. Tujuanku ke sana semalem adalah buat nonton film Sherlock Holmes. Biasa lah, nonton sendirian udah jadi salah satu kebiasaanku. Hehe.

Nah, sambil nunggu jam tayangnya, aku muter2 entah ke mana, sampe beberapa kali nglewatin gerai Samsung. *hedeeh* Berhubung waktu itu udah masuk jam sholat Isya, akhirnya aku cari2 musholla-nya. Tanya2 ke petugas, akhirnya aku ke musholla sekitar jam 19.50 (jam nonton: 20.15). Sejak masuk Plaza Semanggi pertama kali sih udah kebelet pipis, tapi belom jadi pipis. Eh, pas mau sholat kok kebelet pipisnya makin menjadi. Ya udah, berhubung toilet di Musholla lantai 7A ditutup, aku memutuskan buat sholat dulu aja. Dan sumpah ya, pas sholat tu blas ndak konsen gara2 kebelet pipis. Akhirnya selesai sholat cuman doa bentar, langsung ngibrit ke tempat wudhu.. *Tuhaaaaan, maafkan aku karena dalam kondisi kepepet seperti semalem aku pipis di tempat wudhu.. T.T*

Dan kejadian yang lebih bodoh adalaaaah belum sampe ke tempat wudhu itu pipisnya udah keluar dikit-dikit.. Aaaaaakkk..!! Hiks. Untung masih bisa ditahan n ndak ngompol. Coba kalo tiba2 ngompol di Plangi, apa kata dunia..??

Akhirnya aku bener2 pipis di tempat wudhu sambil terus2an ngucap, “Ya Allah, maaf aku pipis di tempat wudhu”. Huhu. Etapi, abis pipis langsung kusiram pake air banyak-banyak kok.. Insya Allah ndak bakalan bau pesing deh, orang disiram banyak air kok.. *amien*

Betapa bodoh bukan? Sekalinya ke Plaza Semanggi langsung bikin perkara. Untung jam segitu udah sepi banget musholla dan parkiran di sekitar situ.. Huhuhu.. *ngumpet di balik mukena* Pokoknya, besok2 lagi kalo emang udah kebelet pipis, harus segera dikeluarin, daripada kejadian lagi yang beginian. Hiks.

 

Kaitkata: , , ,

[fiksi] CUT!

“Elo. Gue. End!!”

“Shin, tunggu dulu. Dengerin penjelasan gue!”

“Gak perlu! Gue gak sudi!”

“Tunggu.”

“Enggak!”

Wanita itu berlalu begitu saja tanpa menoleh lagi.

CUT! Good job, Dev! Good job!

“Ah, Abang, bisa aja. Devi kan cuman berusaha main maksimal. Apa sih yang enggak buat abang?”

“Hahaha, Devi, Devi. Udah jadi bini orang tetep aja gombal.”

“Ah, gombal mah udah jadi trademark Devi, Bang. Kalo gak gombal, bukan Devi namanya!”

“Sini deh, Dev!”

“Napa, Bang?”

“Bajunya kotor tuh,” kata si Abang sambil nunjuk ke dada Devi.

Devi menunduk. Tiba-tiba tangan si Abang nyolek dagu Devi.

“Kena deh!”

“Ah, abang ini. Siapa yang genit kalo gitu?”

“Katanya mau ngelakuin apa aja buat abang?”

“Dih!” katanya sambil berlalu.

**

Devi sedang bersiap ganti baju ketika tiba-tiba HP-nya berdering. Ia segera menjawab panggilan itu.

“Ya, Devi speaking.”

Hening.

Air muka Devi tiba-tiba berubah.

Bruk. Tiba-tiba Devi jatuh tersungkur.

Sendiri.

Suasana ruang ganti masih hening.

CUT!” kata Tuhan.

 

Kaitkata: , , , , , , , ,

[fiksi] Pernikahan Kami

Malam ini adalah malam kelima kami resmi menikah.  Kami memang berbeda dari kebanyakan pasangan. Itulah kenapa, kami tak bisa menikah di institusi pernikahan resmi di kotaku. Untung aku punya seorang kenalan yang bisa menikahkan aku dengan pasanganku. Dan, di sinilah kami sekarang. Di rumah sewaan kecil yang terletak di pinggiran kota. Meskipun kecil, kami sama sekali tak merasa risih atau pun mengeluh. Sebisa mungkin kami menjalani rumah tangga kami dengan perasaan bahagia. Bukankah itu hakikat dari sebuah pernikahan? Membentuk sebuah rumah tangga yang dengan senang hati kami jalani bersama.

Ketika aku memutuskan untuk menikahinya, kedua orang tuaku sudah tiada. Ya, aku memang hidup sendiri di kota ini. Cukup lama, sampai akhirnya aku memutuskan untuk menikah dengan pasanganku. Kami tak butuh waktu lama untuk pada akhirnya memutuskan menikah. Mungkin seperti kebanyakan orang yang tergolong pemalu, ketika aku meminang pasanganku, dia hanya terdiam, tersipu. Justru itu yang aku suka darinya. Kepolosannya.

Beberapa orang terdekat mengatakan aku gila karena berniat menikahi pasanganku ini. Mereka bilang pernikahan yang kurencanakan ketika itu sangat tidak masuk akal, terutama di negaraku. Ya, mereka memang orang-orang konservatif, dan kuhargai itu sebagai sebuah bentuk kebebasan berpendapat. Tapi ini hidupku. Hanya aku yang bisa memutuskan apa yang terbaik bagi hidupku sendiri.

Malam ini adalah malam ke lima kami resmi menikah. Kami memang berbeda dari kebanyakan pasangan. Aku punya penis, dia tak memiliki vagina. Tapi hal itu tak menjadi masalah. Urusan ranjang bukan menjadi hal utama dalam pernikahan kami. Kami menikah atas dasar cinta. Kami menikah bukan karena paksaan. Dan kami menikah karena kami merasa memiliki hak yang sama dengan kebanyakan pasangan.

Perkenalkan, namanya Teddy. Dia adalah sebuah boneka beruang.

 
1 Comment

Posted by pada Desember 25, 2011 in bermain dengan kata-kata

 

Kaitkata: , , , , , , ,

[fiksi] Cerita Absurd

“Kenapa di-delete? Males! Nah, gitu kan. Aku kan juga nggak tau harus gimana”.

“Nyebelin banget sih, mbak!”

“Nah itu dia, kamu aja bisa bilang gitu, apalagi dia!”

“Trus gimana?”

“Ya gitu, yang satu statusnya delete, yang satu ignore!”

“Kok gitu?”

“Entah!”

Kemudian wanita itu pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi.

“Emang kenapa, Mbak?” tanyaku.

“Biasa, masalah wanita.”

“Oh.”

Dan pikiranku kembali melayang ke kejadian yang pernah kualami sebulan yang lalu. Ketika itu…

“Kamu kenapa dari tadi diem aja?”

“Eng, nggak papa sih, cuman lagi gak gitu mood aja.”

“Lah, kenapa gitu? Bukannya kemarin kalian baru jadian?”

“Nah, itu dia. Aku juga nggak ngerti kok tiba-tiba bisa jadian sama dia. Berasa aneh aja gitu.”

“Aneh? Maksudnya?”

“Ya, aneh. Gimana ya? Ya gitu deh, aku sendiri juga nggak ngerti.”

“Aneh.”

“Hah, aneh kenapa?”

“Ya, kamunya aneh.”

“Aneh kenapa?”

“Ya aneh aja.”

“Aneh gimana sih?”

“Ya gitu deh.”

Aku tersenyum. Absurd. Ya, memang absurd. Inilah hidupku.

 

Kaitkata: , , , , , ,

Pocmap Blog Competition

*disadur dari akun @pocmap* hehehe.

 

Wah, 19 Desember 2011 udah tinggal sejam lagi. Harus segera kasih pengumuman tata cara ikutan PocMap Blog Competition nih!! Siap??

Oya, namanya juga kompetisi, pasti ada hadiahnya dong! Nantinya, akan dipilih beberapa pemenang dalam PocMap Blog Competition ini.

Pemenang PocMap Blog Competition ini akan mendapatkan modem SmartFren yang punya tagline @i_hateslow, Tuips!

Sebagai tempat berbagi informasi tentang tempat2 menarik di dunia maya, tentunya hadiah modem sangat membantu kita berbagi kan ya?

Tapi, sebelum ikutan PocMap Blog Competition, ada baiknya kamu ikuti dulu petunjuk permainannya. Jangan sampai terlewat satu hal pun ya!

1. #PocmapBlogCompetition diadakan tanggal 19-31 Desember 2011! Cukup lama kan waktu yang dikasih untuk meng-explore Pocmap(dot)com?

2. Peserta #PocmapBlogCompetition harus follow akun @pocmap ya, karena nanti akan ada beberapa informasi tambahan yg dipublish via twitter.

3. Selain itu, kamu juga harus mendaftar di Pocmap(dot)com dan membuat sedikitnya satu SPOT di sana. Caranya gampang dan simpel banget kok!

4. Abis itu, tulis deh di blog kamu tentang Pocmap(dot)com. Jangan lupa cantumkan alamat website PocMap dan akun twitter @pocmap di sana.

5. Oya, jangan lupa tag postingan kamu dengan “PocMap”, “Pocmap Blog Competition”, dan “@pocmap” ya..

6. Setelah jadi, kirim link postingan dengan format: #PocMapBlogCompetition – link postingan blog (gunakan penyingkat url) – Judul – @pocmap

7. Tunggu pengumuman pemenang sambil trs berbagi info tentang tempat2 menarik di sekitarmu di Pocmap(dot)com. Berbagi itu dpt pahala lho!

Jadi, tunggu apa lagi? Jarang-jarang kan ada kesempatan nulis di blog tapi bisa dapet modem SmartFren gratis?

Untuk informasi lebih lanjut, bisa ditanyakan ke akun @pocmap ya!  Ayo, berbagi penuh aksi bersama @pocmap!!!

 
Leave a comment

Posted by pada Desember 18, 2011 in such a simple life

 

Kaitkata: ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.069 pengikut lainnya.